11 Bulan Jadi Legislator, Aprianto Sering Interupsi Suarakan Aspirasi Rakyat

oleh -529 views
Aprianto "peri kaliang" wakil rakyat PDI Perjuangan DPRD Padang.
Aprianto “peri kaliang” wakil rakyat PDI Perjuangan DPRD Padang.

Padang,—Tak terasa, 11 bulan sudah Aprianto melakomi diri sebagai wakil rakyat, dia menjadi pengganti antar waktu (PAW) anggota DPRD Padang dari PDI Perjuangan Dedek Nuzul Putera.

Dalam rentang waktu itu ternyata Peri Kaliang biasa Aprianto dipanggil koleganya telah bisa mewarnai geliat legislatif Padang, dia sering interupsi untuk perjuangkan aspirasi rakyat di sidang sidang wakil rakyat.

“Menjadi wakil rakyat memang harus banyak berinteraksi dengan masyarakat, karena dari bergaul dengan publik kita bisa menyerap aspirasi rakyat yang kita wakili,” ujar Aprianto saat berbincang dengan media ini, Jumat 28/4 malam di sebuah kantin di bilangan Sawahan Padang.

Bahkan Aprianto sebelumnya berprofesi sebagai wartawan harus berani berteriak interupsi di sidang-sidang DPRD Padang.

”Kalau tidak begitu aspirasi kita serap selama berinteraksi dengan masyarakat percuma,”ujar Peri.

Masih teringat saat Aprianto (32 tahun) dilantik sebagai wakil rakyat PAW di DPRD Padang, 30 Mei 2015.

Takdir Illahi membawa Aprianto berhak memasang pin emas DPRD Padang.”Ini kehendak Allah untuk mengrus PAW waktu itu cukup berlikusan rumit proses yang saya tempuh,”ujarnya.

Selain itu Aprianto mengaku bahwa mengurus PAWnya cukup banyak yang membantu.

“Saya menjadi begini sekarang tidak lepas dari bantuan abang dan kakak dalam proses PAW, terkadang hampir putus asa mengurusnya, tapi supor abang dan Ketua PDI Perjuangan Padang, Bang Albert Indra Lukman membuat saya terus menjalani proses waktu itu,”ujarnya.

Aprianto anak pemilik kantin DPRD Padang, Khairul membaca kisah saat pelantikan PAW memang bikin banyak orang terenyuh.

Seperti dikutip dari JPNN, Aprianto, anak pengantar kopi di gedung DPRD Sawahan, yang sedari kecil hidupnya lekat dengan kepedihan, kini duduk sebagai dewan. Dia bergelar “Anggota Dewan Yang Terhormat” di tempat yang saban hari bapaknya menguras keringat sebagai pengelola kantin.

“Bersyukur tentu pasti, tapi saya tetap menjalani profesi mengelola kantin DPRD ini, meski anak saya jadi wakil rakyat di sini,”ujar Khairul usai mengantarkan kopi pesanan anggota DPRD yang tengah berkegiatan dewan, Jumat pagi kemarin.

Waktu Aprianto dilantik 11 bulan lalu, Khairul (65), tak kuasa menahan-nahan air matanya agar tak keluar ketika menyaksikan anaknya melangkah ke tengah ruang sidang paripurna DPRD Padang.

Waktu itu Khairul menjadi bintang tangannya tak henti henti menyambut salaman tamu yang hadir di acara pelantikan Aprianton
“Selamat Pak Khairul.  Si Peri jadi anggota dewan,” begitu banyak ucapan orang saat menyalami Khairul waktu itu.

Melihat ayah dan ibunyanya mematung di sudut ruangan, Aprianto yang sedang asyik berfoto bersama istri, anak dan Ketua DPRD Padang Erisman, langsung melangkah.

Dia waktu itu langsung merangkul sang ayah dan ibunya yang sudah susah membesarkan dirinya dengan penuh harapan. Mereka berpelukan. Aprianto yang resmi menyandang status sebagai anggota dewan terlihat sesungukan menahan haru.

“Terimakasih pa. Terimakasih ma, doakan Peri selalu lurus dalam menjalankan amanah ini,”ujar Peri lirih.

Aprianto lahir bertepatan dengan Hari Kartini 33 tahun lalu, Aprianto ditasbihkan sebagai anggota DPRD Padang termuda karena saat diambil sumpah dia berumur 32 tahun.

Meski sudah 11 bukan berprediket wakil rakyat, Aprianto tetap rendah hati, mudah bergaul dan suka menegur siapa saja.

“Menjadi wakil rakyat ada batas waktu sementara bergaul dan bersahabat itu sepanjang waktu,”ujarnya.

Peri dianggap mengerti dan paham kondisi masyarakat, sebab benar-benar berasal dari golongan yang tak berada. Doa-doa menyertai pelantikannya waktu itu. Ayah dua anak tersebut diharapkan tak tergelincir di dunia politik praktis, yang banyak godaan.

Harapan itu pula yang jadi keinginan Khairul. Anaknya, diminta tak besar kepala. Dan tetap mengenal asalnya yaitu dari kekuarga marasai tapi punya semangat kerja untuk menjalani hidup.(rul/sumber lain jpnn)