2M2P dan 5K Penilaiaan KIP Badan Publik

oleh -45 views
Komisioner Komisi Informasi Sumbar Andrian Tuswandi, SH

Oleh : Adrian Tuswandi
Komisioner Komisi Informasi Sumbar (2014-2023)

MASA memonitoring dan evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik (KIP) oleh Komisi Informasi Sumbar semestinya sudah berjalan di tahapan Bimbingan Teknis (Bimtek) Monev untuk 10 kategori Badan Publik (BP).

Tapi Komisi Informasi (KI) Sumbar menunda kegiatan sebagai pintu masuk Monev BP menuju Anugerah KIP-BP 2021, karena KI Sumbar menghormati pemberlakuan PPKM Darurat yang diputuskan oleh kepala daerah baik gubermur dan walikota di Sumbar.

Meski begitu tidak salah kalau Badan Publik (BP) mematuik matuik (mengaca) diri sendiri bagaimana penerapan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) di BP yang dipimpinnya, apakah sebatas lips service atau sudah nyata?. BP sendiri juga bisa merasakan aura KIP di badan publiknya.

Kalau tertutup soal penggunaan dan realisasi anggaran ini perlu dipertanyakan bahkan publik berhak mencurigai apakah ada permainan atau mafia anggaran di BP tersebut.

Lalu kalau ada dokumen informasi publik ditutup-tutupi tanpa alasan Informasi Dikecualikan sebagaimana diatur Pasal 17 UU 14 Tahun 2008 tentang KIP. Maka BP itu patut dicikaraui kenapa di era digitalisasi dan transparan atau keterbukaan kata Presiden Jokowi adalah keharusan masih ada badan publik yang enggan terbuka informasi dan dokumen publik?

Pimpinan BP bisa melakukan penilaian sendiri karena di Perki 5 tahun 2016 tentang Metode dan Teknik Evaluasi Keterbukaan Informasi Badan Publik ada indikator penilaian digariskan di Bab IV Pasal 5 Perki 5 Tahun 2016.


Penulis menyebutnya 2M2P dan 5K, apaan tuh?, itu adalah indikator penilaian yang digariskan Perki Monev untuk badan publik.

M pertama MENGUMUMKAN informasi publik, ada itikat dan aplikatif mengumumkan informasi publik baik produksi sendiri maupun informasi publik yang diterima tidak kategori informasi dikecualikan, termasuk mengumumkan secara berkala. realisasi uang rakyat yang dianggarkan untuk BP itu.

M kedua MENYEDIAKAN informasi publik, ada banyak median untuk penyediaan ini, BP. yang tahu pentingnya Keterbukaan Informasi dia tidak bersifat menunggu publik mengajukan permohonan informasi, BP itu secara uptudate menyediakan informasi publik mulai dari papan informasi, website resmi badan publik, media sosial resmi badan publik atau memanfaatkan media luar ruangan seperti poster, spanduk san baliho atau memanfaatkan media massa baik online cetak atau televisi maupun radio.

Informasi yang disediakan itu apa saja, yaitu informasi yang diproduksi diperoleh oleh badan publik itu, baik kategori informasi tersedia setiap saat, berkala, serta merta dan kapan perlu informasi dikecualikan, semuanya menjadi kewajiban BP dengan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID)nya untuk menyediakan.

P pertama PELAYANAN permohonan informasi, ini teknis melayani, BP punya standar prosedur pelayanan yang mengacu kepada UU 14 tahun 2008 maupun aturan intern tentang KIP di BP masing-masing. Kekinian hampir semua BP punya SOP pelayanan informasi publik, pertanyaannya SOP ini apa dipatuhi oleh crew di BP sendiri atau masih ada pelayanan yang pakai “kerdipan mata’ entahlah.

P kedua PENGELOLAAN Informasi dan Dokumentasi, ini domainnya PPID, karena lembaga fungsional di BP ini punya fungsi mengelola, PPID ibarat bank data di BP, sehingga itu mekanisme pengelolaan juga harus ada SOP-nya kapan upgrade informasi dan dokumentasi publik itu dilakukan, Perki 1 tahun 2014 yang diubah dan sudah dilembarnegarakan Perki 1 Tahun 2021 tentang SLIP, yakni minimal sekali enam. bulan.

Terus apa pula indikator 5K, ini semuanya ada di pimpinan Badan Publik (BP) yaitu Komitmen, Koordonasi, Komunikasi, Kolaborasi dan Konsistensi.

Pimpinan BP yang pro keterbukaan informasi publik pasti menggariskan 5K itu dalam meng-guidence PPIDnya sehingga BP berbrevet informatif didapatnya.

Informatif menjadi nilai atau prediket tertinggi di Monev KIP, di bawahnya. Menuju Informatif, Cukup Informatif dan Belum. Informatif.

Sampai 2020 kemarin dari 10 kategori sasaran Monev Komisi Informasi Sumbar ternyata belum 50 persen BP yang nilai atau berprediket INFORMATIF.

Untuk itu penulis dalam setiap sosialisasi dengan BP menambah unsur penguat dari 2M2P-5K diatas dengan NKK Ini harus dimiliki oleh pimpinam Badan Publik (BP) sendiri, yaitu Niat, Komitmen dan Konsisten. Niat kuncinya karena menjadi BP Informatif tanpa ada niat percuma, dia akan menjadi kerja asa kapeh manjadi banang (asal kapas menjadi benang) saja. kalau Komitmen dan Konsistensi sudah sama dengan indikator penilaian si atas.

Demikian gambaran regulasi yang menggariskan kerja Komisi Informasi pada setiap Monev BP menuju Anugerah KIP, Moneg BP 2021 menjadi pelaksanaan ke-7 bagi Komisi Informasi Sumbar. KI Sumbar konsisten melaksanakan Monev sebagai ikhtiar lembaga bentukan UU 14 Tahun 2008 ini untuk memasifkan Keterbukaan Informasi Publik dan menjadikan keterbukaan sebagai keharusan seperti ditekankan Presiden Joko Widodo pada puncak Hari Penyiaran Nasional tahun 2021 secara virtual.
Semoga Bermanfaat… (***)