50 Kota Siap Sukseskan Gebu Pala Kadin

oleh
Ketua Kadin Sumbar Ramal Saleh menyerahkan bibit pala untuk Gebu Pala di Nagari Sungai Balantiak, Kamis.kemarin (foto: ayh)

Limapuluh Kota,—Nagari yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota bersemangat mengembangkan tanaman bernilai tinggi, yaitu Buah Pala.

Selain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tanaman Pala juga berguna untuk penghijauan di lereng-lereng bukit yang mulai kritis.

Itu disampaikan Wali Nagari Sungai Balantiak, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota, YA Datuak Tuduang ketika penanaman perdana Gerakan Seribu Hektar Pala (Gebu Pala) program Kadin Sumbar.

“Saya sangat mendukung Gebu Pala ini dan akan mensosialisasikan kepada masyarakat,” kata Datuak Tuduang, Kamis 31/1 kemarin

Penanaman perdana Gebu Pala untuk Limapuluh Kota berlangsung pekan lalu, dihadiri tokoh-tokoh masyarakat dan pengurus BUMNag Sungai Balantiak.

Ketua Umum Kadin Sumbar H. Ramal Saleh hadir langsung bersama Ketua Kadin Bidang Permodalan Syahril, SE dan Komite Tetap Bidang Informasi Kadin Gusfen Khairul.

Menurut Ramal Saleh, Gebu Pala bukan sekedar gerakan bagi-bagi bibit Pala gratis, tetapi intinya adalah upaya membangkitkan ekonomi masyarakat. Karena itu, setiap pencanangan Gebu Pala selalu diikuti penanaman.

“Sebagai pancingan saya akan berikan bibit Pala di setiap nagari seratus hingga dua ratus batang. Nanti masyarakat yang mengembangkannya,”ujar Ketua Kadin Ramal Saleh, yang juga Direktur Utama CV Rasdi & Co, perusahaan eskportir rempah-rempah.

Selain di Nagari Sungai Balantiak, Gebu Pala di Limapuluh Kota juga dilaksanakan di Nagari Simpang Sugiran, Kecamatan Guguk. Di Nagari ini bibit pala diterima Dirut BUMnag Zighiran Mandiri Liza Hanifa didampingi Ketua Bamus Simpang Sugiran A Dt. Majo Indo.

“Dalam waktu dekat Gebu Pala juga dilanjutkan ke Nagari Guguk dan Nagari Sungai Talang, masih di Kecamatan Guguk. Masyarakat sangat antusias bertanam Pala,” kata Ramal Saleh yang saat inj tercatat juga sebagai calon anggota DPD RI untuk Pemilu 17 April mendatang.

Analisa bisnis Pala ini kata Ramal sangat sederhana, di mana setiap keluarga bisa menanam di sekitar rumah sebanyak 25 batang.

Jika dalam satu bulan Pala berbuah rata-rata 3 kilogram per batang, sehingga menghasilkan 75 kilogram buah Pala. Asumsi harga Pala kekinian Rp 40 ribu per kilogram, maka setiap keluarga akan mendapat tambahan penghasilan rata-rata Rp 3 juta setiap bulannya.

Gebu Pala sendiri diluncurkan akhir 2018 lalu di Jorong Guguk, Nagari Lurah Ampalu, Kabupaten Padang Pariaman, dan telah berkembang di Sijunjung, Kota Padang dan Kota Pariaman.

“Dalam waktu dekat Gebu Pala akan diteruskan ke Agam, Pesisir Selatan, Pasaman dan Kabuapaten Solok. (*rilis: kadin-sumbar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *