98 Persen Kelar, Asli Chaidir Kunci Kursi Terkahir DPR RI Dapil Sumbar 1

oleh -762 views
Muhammad Asli Chaidir hitungan PAN Sumbar kembali jadi wakil rakyat di DPR RI. (foto: facebook/forum silaturahmi.H Mhd Asli Chaidir)

Padang,—Meski rekapitulasi suara Pemilu 2019 tingkat provinsi Sumbar masih berlangsung di Hotel Pangerans Beach, tapi kayaknya kursi DPR RI Dapil Sumbar 1 sudah kelar terbagi.

Para tukang analisa perolehan kursi, corat-coret mereka sudah menuju ke titik akhir kesimpulan soal perolehan kursi DPR RI dari Dapil Sumbar 1, yakni dua Parpol (Gerindra dan PAN) memperoleh dua kursi, Demokrat, PKS, Nasdem dan Golkar, masing-masing memperoleh satu kursi. Tapi soal pastinya, kata para analisator tetap menjadi kewenangan soal suara dan Caleg terpilih DPR RI di Pleno KPU RI.

Menarik ada dua Caleg petahana tidak mampu mempertahankan kursi wakil rakyat terhormatnya, yaitu Endre Saifoel (Nasdem) dan Alex Indra Lukman (PDI Perjuangan).

“Sudah kelar, kursi DPR RI PAN dari Dapil Sumbar 1 dua, Athari memperoleh kursi pertama dan pak Asli kursi kedua. Pak Asli Chaidir mengunci kursi ke depalan di Dapil Sumbar 1,”ujar Wakil Ketua DPW PAN Sumbar Muhayatul Chaniago.

Dari data dokumen rekapitulasi dimiliki PAN, menurut Ketua Bapilu PAN Adrison Adnan, bagi tiga suara PAN ungguli suara total PDI Perjuangan.

“Tipis bedanya, Pak Asli kembali menjadi Anggota DPR RI,”ujar Adrison.

Selengkapnya Caleg terpilih versi analisator dan bukan penetapan KPU RI yaitu, Andre Rosiade (Gerindra), Athari Gauthi Ardi (PAN), Darizal Basir (Demokrat), Hermanto (PKS), Lisda Hendrajoni (Nasdem), Suir Syam (Gerindra), Darul Siska (Golkar) da Asli Chaidir (PAN).

Sementara ditempat terpisah Direktur FDB Institute Febby Dt Bangsa tidak mempercayai 100 persen komposisi kursi versi para analisator.

“Saya tidak percaya tapi cukup menjadi reverensi saja, soalnya kemarin di Dapil Sumbar 2 dianalisa Gerindra.dapat dua kursi, eee setelah hitungan manual di KPU kota dan kabupaten selesai, tidak ada Parpol peroleh dua kursikan,”ujar Febby.

Dan sekarang kata Febby disebut Alex gagal,FDB Institute menagatkan masih ada peluang.

“Peluang seorang politisi itu selalu ada sampai putusan penetapan diterbitkan KPU RI, dan itu masih bisa digugat ke MK. Bahkan saat ini soal money politic juga tengah dihimpun, karena Caleg terpilih bisa dicoret karena terbukti melakukan politik uang,”ujar Febby.

(ichobb).