Abrasi Pantai Usik Warga Pinggir Laut Pessel

oleh -102 views
Dampak abrasi pantai Batang Kapas Pessel, Minggu 29/9 (foto: niko)

Painan,—Masalah abrasi pantai terus mengusik kehidupan warga. Setidaknya, sejak tiga hari lalu, hingga saat ini, Minggu 29/9 rusak sebanyak 13 unit rumah masyarakat.

Dampak lain dari abrasi pantai yakni 1 unit gudang Ikan serta 1 unit bangunan Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) di Kampung Muaro, Kenagarian IV Koto Hilia, Kecamatan Batangkapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat hancur.

Kemudian, puluhan rumah warga disekitar pinggi laut lainnya terancam ambruk bila gelombang pasang naik.

Data ini merupakan hasil sementara pendataan dari pihak kecamatan. Jika kondisi pasang air laut tinggi kembali maka tidak menutup kemungkinan jumlah rumah warga terkena abrasi pantai semakin bertambah.

Boni, warga setempat mengatakan gelombang tinggi memuncak pada Minggu 29/9 mulai dari pukul 05.00 WIB sampai pukul 07.00 WIB pagi hari.

“Yang paling parah itu, tadi pagi Minggu Warga berhamburan keluar rumah karena air laut menerobos kencang menghempas rumah”jelas Boni saat diwawancarai dilokasi, Minggu sore.

Boni menyebutkan Ketinggian ombak yang menerobos bangunan mencapai lima meter serta menghempas rumah masyarakat dibibir pantai sepanjang lima belas meter.

Masyarakat yang berdampak abrasi pantai sekarang terpaksa mengungsi di tenda dan rumah warga lainnya.

Sementara, Nofi 34 salah seorang warga yang rumahnya ambruk akibat gelombang berharap pemerintah daerah dapat mengupayakan bantuan agar kehidupan mereka normal kembali.

Rumahnya yang hancur tidak bisa ditinggali lagi. Kini dia bersama istri dan dua orang anaknya terpaksa mengungsi di tempat sanak saudaranya.

Pantauan dilokasi, terlihat puluhan warga yang terdampak abarasi mengumpulkan sisa-sisa bangunan rumah miliknya. Mereka mengumpulkan kayu-kayu bangunan yang patah yang masih bisa dimanfaatkan.

Sebagian lagi, masyarakat yang tinggal di bibir pantai  menumpuk pasir kedalam karung sebagai antisipasi awal dari ancaman abrasi.

Wendra Rovikto, Camat Batangkapas menyampaikan bahwa abrasi Pantai di Dusun Muaro masih terjadi sampai sore ini, sehingga kerugian dan dampaknya semakin meluas kepada masyarakat.

“Dapat dilaporkan kerugian yang dialami (laporan sementara) 25 Kepala Keluarga terdampak abrasi, 13 rumah rusak berat,
11 rumah kebanjiran dan tertimbun pasir,1 gudang ikan rusak berat,
1 bangunan BUMNag rusak berat serta 15 Kepala Keluarga mengungsi (64 orang),”ujar Wendra, Minggu 29/9 sore pukul 17.30 WIB.

Selain itu disampaikan juga, 21 orang warga terdampak abrasi telah mengungsi pada tiga tenda yang disediakan dinas sosial setempat.

“Sementara puluhan warga lainnya ada yang pergi kerumah kerabat dan sanak saudaranya terdekat,”tukasnya.

Kepala Dinas PSDA Kabupaten Pesisir Selatan, Doni Gusrizal saat dihubungi via whatsaap menjelaskan bahwa permasalahan abrasi di Muaro Batangkapas tersebut bakal diupayakan penanganannya.

“Kita sedang usahakan bantuannya melalui Balai BWS V. Besok, Senin Dinas PSDA diundang rapat di Kementrian PUPR untuk membicarakan penanganan tanggap daruratnya,”ujarnya mengabarkan.(niko).