Ajak Tigo Tungko Sajarangan dan Bundo Kanduang Jadi Guru Adat Budaya Minangkabau

oleh -47 views
Taslim jadikan ninik mamak dan bundo kandung masuk sekolah ajarikan adan dan budaya sebagai program prioritas, Jumat 16/10 (foto: dok)

Agam, –Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal budaya Minangkabau sangat penting bagi masa depan anak-anak dan remaja Agam.

Perhatian serius terhadap generasi penerus di Kabupaten Agam ini ditunjukkan Taslim Dt Tambogo melalui  program unggulannya, pangulu, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, dan bundo kanduang masuk sekolah.

Menurut Calon Bupati yang ditetapkan KPU Agam beberapa waktu lalu itu, pangulu, niniak mamak, cadiak pandai, alim ulama serta bundo kanduang akan masuk ke sekolah-sekolah untuk ikut mengajarkan dan mendidik pelajar tentang adat dan budaya Minang, serta hal lain terkait tardisi dan nilai-nilai keminangkabauan.

“Pangulu atau tokoh adat dan budaya tersebut akan dilibatkan dan masuk kelas dalam program pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di sekolah-sekolah lingkungan terdekat tempat tinggalnya sebagai guru adat atau kearifan lokal Minangkabau. Tentu tanpa menganggu jam dan program sekolah yang sudah ada secara formal,” ungkap Taslim Dt Tambogo, yang berpasangan dengan Syafrizal Dt Majolelo, Jumat 16/10 di Agam.

Disampaikan Taslim, melalui pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Minangkabau ini, generasi penerus Agam akan diajar oleh unsur tungku tigo sajarangan serta bundo kanduang tentang filosofi adat Minangkabau, petatah petitih, sumbang duobaleh, pakaian adat, dan sebagainya.

“Program ini untuk menguatkan adat dan syara’ di Luhak Agam, terutama di kalangan generasi muda yang akan mewarisi kepemimpinan masa depan. Artinya, sebesar apa pun pengaruh teknologi, generasi muda Agam memiliki sandi yang kuat yaitu adat dan syara’ yang tercermin dari karakternya. Sebab, Agam masa depan itu milik anak-anak kita yang sekarang duduk di bangku sekolah,” ujar Taslim Dt Tambogo.

Selain itu menurut Taslim dan Syafrizal, selama ini, peran pangulu, ninik mamak, cadiak pandai, alim ulama serta bundo kanduang, terabaikan dalam membangun karakter anak dan kemanakannya yang berakhlak mulia di tengah masyarakat.

“Kini, kita ingin peran masyarakat bersama tokohnya, ikut melahirkan generasi Agam berakhlak mulia, cerdas, beradat dan berbudaya. Pemerintah akan sediakan anggaran untuk program pangulu, ninik mamak, cadiak pandai , alim ulama serta bundo kanduang ini. Inilah kemadanian itu, bersinergi dengan sekolah dan guru-guru Agam nan hebat itu,” ungkap Taslim.

Dengan demikian, lanjutnya, keberadaan sekolah menjadi penting karena juga menjadi tanggungjawab masyarakat sekitarnya melalui tokoh-tokoh adat dan budaya tadi.

“Pendidikan tanggungjawab bersama, hingga lahir generasi berkarakter dan berkualitas. Semoga pangulu, ninik mamak, cadiak pandai, alim ulama sarato bundo kanduang mendukung program kita ini, bersama kita majukan Agam menjadi nomor 1,” ujar Taslim Dt Tambogo, diamini Syafrizal Dt Majolelo. (rilis: konstc)