Akibat Pandemi Covid-19 Pengunjung Objek Wisata di Padang Panjang Turun Drastis

oleh -113 views
Terimbas covid-19, objek pariwisata di Padang Panjang turun pengunjung. (foto: dok/diskominfosb)

Padang Panjang,—-Pandemi covid-19 itu multi komplek ke banyak sektor kehidupan masyarakat. Satu di antaranya adalah sektor pariwisata yang temasuk primadona penggerak ekonomi publik dan pengisi kantong APBD Sumbar.

Lihat saja sulit pulihnya objek wisata di Kota Padang Panjang yang terkenal berjuluk kota Serambi Makah. Objek-objek wisata di kota itu mengalami penurunan pengunjung lebih dari 50% dibandingkan sebelum pandemi.

Terbukti jumlah tercatat pengunjung objek wisata Minang Fantasi (Mifan), Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) serta objek wisata Lubuk Mata Kucing.

Ditemui Tim MMC Dinas Kominfo Provinsi Sumbar di ruang kerjanya Jumat 24/7, Kepala Dinas Pariwisata Padang Panjang Maiharman menyebut dalam masa new normal, sebelum membuka objek wisata yang ada, pertama sekali yang dilakukan Pemkot Padang Panjang dan pihak terkait adalah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap objek wisata yang dan seterusnya ditetapkan objek wisata yang sudah layak untuk dikunjungi wisatawan.

Diakui oleh Kepala Dinas untuk jumlah wisatawan di Minang Fantasi belum dibatasi karena menurut laporan dari pengelola objek wisata jumlah pengunjung sampai saat ini masih sangat minim.

“Jumlah pengunjung di saat pandemi seperti sekarang masih sangat minim. Disampaikan oleh pengelola, biasanya jumlah pengunjung diangka 1000 orang, kalau untuk sekarang 500 orang pengunjung saja susah,”ujar Maiharman.

Terkait pelaksanaan protokol kesehatan di objek wisata, Maiharman mengatakan bahwa dipastikan di setiap objek wisata diberlakukan protokol kesehatan, seperti pengecekan suhu tubuh, pakai masker dan jaga jarak serta melengkapi fasilitas objek wisata dengan alat pencuci tangan.

Selain objek wisata Minang Fantasi yang terkena dampak pengurangan jumlah pengunjung, objek wisata Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) juga mengalami hal yan serupa. Objek wisata yang menyimpan dokumentasi dan informasi Minangkabau ini, terjadi penurunan pengunjung yang signifikan.

“Dari semula dalam sehari ada sekitar 200 orang pengunjung, saat pandemi seperti sekarang, mencari 20 orang pengunjung dalam sehari saja susah,” ucap Maiharman.

Sama dengan objek wisata Minang Fantasi, pada PDIKM juga diberlakukan protokol kesehatan kepada setiap pengunjung dan pengelola.

Warga masyarakat yang ingin berwisata diharapkan untuk selalu disiplin dengan protokol kesehatan, agar penularan covid-19 yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi kita dapat kita putus mata rantainya dengan segera. (rilis: ryh/mmc-diskominfosb)