Aksi Nyata, RS Mulai Gebu Pala 10 Hektar

oleh
Ketua Umum Kadin Sumbar yang juga Calon DPD RI Pemilu 2019 Ramal Saleh lakuka Penanaman perdana bibit pala di Nagari Lurah Ampalu, Padang Pariaman,Sabtu 15/9. (foto: ayh)

Lurah Ampalu,— Gerakan Menanam Seribu Hektar Pala (Gebu Pala) yang diluncurkan Ketua Kadin Sumbar Ramal Saleh (RS) ternyata bukan isapan jempol.

Buktinya, Sabtu 15/9 kemarin, Gebu Pala dimulai dengan tanam perdana di Jorong Guguk, Nagari Lurah Ampalu, Padang Pariaman.

Penanaman perdana dilakukan Camat VII Koto Sungai Sariak, Drs. Masrimfi mewakili Bupati Padang Pariaman. Kemudian diikuti oleh Ketua Kadin Ramal Saleh, Muspika, Ketua Forum Wali Nagari VII Koto Darmawan Darwis, Ulama Nagari dan disaksikan ratusan masyarakat.

Menurut Ramal Saleh, Gebu Pala ini langkah yang kongkrit untuk membangkitkan ekomomi masyarakat.

“Jika satu rumah tangga di nagari menanam pohon pala 25 batang saja di keliling rumah, maka hasil nya 75 kg pala setiap bulan. Dengan harga minimal Rp40 ribu perkilo, maka terjadi tambahan pendapatan rumah tangga Rp3 juta setiap bulannya,”ujar Ramal Saleh pada DCS Calon Perseorangan merupakan Calon DPD RI daerah pemilihan (Dapil) Sumbar untuk Pemilu 2019

Gerakan penanaman pala ini, kata Ramal Saleh juga dimaksudkan untuk menggenjot ekspor dan menjaga pendapatan masyarakat di tengah gonjang ganjing perekonomian.

“Tanaman pala adalah komoditi strategis yang bernilai tinggi selain kopi, kulit manis, gambir, pinang dan vanile. Karena pala relatif mudah perawatannya, makanya kita pilih untuk dikembangkan,”ujar Ramal Saleh.

Setelah penanaman perdana ini, Gebu Pala akan dilanjutkan ke nagari lainnya di Padang Pariaman, kemudian ke Kabupaten Agam, Kota Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Solok. Daerah-daerah ini cocok dengan tanaman pala. Sebagai pancingan, Ramal Saleh menyediakan bibit secara gratis. Syaratnya, masyarakat menyiapkan lobang tanamnya terlebih dahulu. Sehingga bibit yang diberikan benar-benar ditanam seperti yang diharapkan Gebu Pala ini. (ayh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *