Alami Defisit, Kini Nagari Guguk Malalo Fokus Kembangkan Pariwisata

oleh -75 views
Mahasiswa KKN UNAND di Nagari Guguk Malalo, Batipuh Tanah Datar. (dok)

Oleh: Tim Mahasiswa KKN UNAND

MAHASISWA Universitas Andalas (UNAND) laksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Nagari Guguk Malalo, Kecamatan Batipuah Kabupaten Tanah Datar.

Tim KKN UNAND di sana sempat berdiskusi dengan Sekretaris Nagari Guguk Malalo tentang bagaimana penggunaan anggaran pendapatan nagari yang didistribusikan di Nagari Malalo.

Nagari Malalo merupakan salah satu nagari yang berada ditepian Singkarak, Kecamatan Batipuah Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Nagari Guguak Malalo di anugrahi dengan masyarakat yang ramah dan pekerja keras tak lupa lagi juga di anugrahi Danau Singkarak.

Selain memiliki keindahan panorama alam, seiring dengan lajunya derap pembangunan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) secara perlahan tapi pasti Danau Singkarak telah mengalami perubahan yang cukup signifikan.

Awal tahun 2019 yang merupakan pertamakalinya terjadi pandemi covid-19 telah membawa Nagari Guguk Malalo mengalami berbagai tantangan dan perubahan dalam segala bidang.

Dalam penanganan permasalahan selama pandemi telah membawa dampak yang cukup signifikan dalam pemerintahan nagari. Hal ini dibuktikan dengan terjadinya defisit yang dialami oleh Nagari Guguk Malalo pada tahun 2021 sebesar Rp. 849.985.050 dikarenakan sumber dana yang banyak digunakan untuk pembiayaan penanganan Covid-19.

Memasuki tahun 2022 Nagari Guguk Malalo memfokuskan penggunaan keuangan nagari pada beberapa sektor yang menjadi prioritas, di antaranya yaitu untuk pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT), pemberian bantuan pangan hewani dan nabati.

Kemudian untuk pembangunan jangka penjang, Nagari Guguk Malalo menggunakan sumber Anggaran Belanja Nagari untuk pariwisata. Dalam mengembangkan pariwisata, Nagari Guguk Malalo tidak hanya dikembangkan oleh lembaga nagari tetapi juga dibantu oleh pihak swasta.

Beberapa destinasi wisata yang dikembangkan oleh Nagari Guguk Malalo untuk meningkatkan pendapatan nagari serta memperkenalkan potensi nagari kepada para wisatawan diantaranya yaitu Gues House Tan Basa dan Eco Park Tan Kayo Syariah yang merupakan destinasi wisata yang saat ini menarik banyak perhatian khalayak.

Kedua destinasi wisata ini merupakan salah satu oebjek wisata yang dibangun oleh pihak luar pemerintah nagari atau dibangun oleh putra daerah Nagari Malalo.

Kemudian saat ini Nagari Malalo juga mengembangkan potensi-potensi wisata yang sebelumnya sudah ada di Nagari Malalo, seperti makam syekh tuanku lima puluh, puncak macau sebagai tempat paralayang, cekdam nagari, serta beberapa wilayah lainnya.(analisa)