Andre Minta Saber Pungli Sikat Pemalakan di Pasar Raya, Dapat Atensi dari Kapolda Sumbar

oleh -811 views
oleh
811 views
Andre Rosiade mengaku tidak maju ke Pilkada Padang karena fokud jadi Caleg DPR RI dan menangkan Prabowo sebagai presiden pada Pileg/Pilpres 2019. (foto: dok)
Andre Minta Saber Pungli turun ke Pasarraya Padang, mendapat atensi dari Kapolda Sumbar Irjend Pol Fakhrizal, Senin 2/10.

Padang,—Kapolda Sumbar Irjend Pol Fakhrizal tidak menyepelekan desakan tokoh muda Padang Andre Rosiade, meminta turunkan Tim Saber Pungli sikat pemalakan di Pasar Raya Padang.

Fakhrizal memastikan dia sangat atensi sekali terkiat soal pungli apalagi sudah mendapatkan informasi pula.

“Kita siap menindaklanjuti kepada personil, dan saya atensi sekali atas permintaan Andre Rosiade,”ujar  Kapolda Sumbar pada chat di whatshap group (WAG) bertitel “Forum Minang Maimbau” akhir pekan lalu, dikutip media ini dari harian Posmetro Padang, Senin 2/10.

Saat itu, sebuah berita tentang Andre Rosiade yang minta Tim Saber Pungli turun ke Pasar Raya beredar di grup, dari media cetak dan online. Karena, maraknya keluhan pedagang akibat pungli yang dilakukan oknum, baik kepada pemilik toko, atau pun PKL.

“Terima kasih informasinya. Kami atensi Pak Andre Rosiade,” kata Irjen Pol Fakhrizal menanggapi informasi yang beredar.

Tak heran, jawaban sang jenderal menjadi angin segar bagi pemberantasan pungli di Pasar Raya Padang. Andre Rosiade menyebutkan, sangat menunggu diturunkannya Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli), baik dari Polresta Padang atau Polda Sumbar. Karena kalau dibiarkan, pungli akan semakin meraja-lela, dan membahayakan pedagang pasar.

“Terima kasih atensinya Pak Kapolda. Ribuan pedagang menunggu polisi turun memberantas dugaan pungli di Pasar Raya. Bagaimana pasar akan kembali berjaya seperti dulu, kalau pungli masih marak. Pungli masih dibiarkan dan membahayakan kehidupan mereka,”ujar elite DPP Gerindra ini.

Andre juga berharap, Pemko Padang melalui Dinas Perdagangan benar-benar menurunkan tim yang bagus dalam mengelola Pasar Raya.

Termasuk yang mengutip retribusi resmi, dan juga pengelolaan serta penataannya. Jangan sampai, puluhan miliar rupiah yang telah dikucurkan untuk membangun pasar kembali jadi sia-sia.

“Kalau soal bangunan pasar memang sudah baik dari sebelumnya. Tapi, tata kelola masih amburadul. Masih jauh dari harapan. Bagaiman pedagang kaki lima (PKL) masih menyesak jalan-jalan utama pasar sejak pagi. Bukan seperti waktu yang telah disepakati pukul 14.00 WIB,”Andre Rosiade.

Andre disebut bakal calon kuat wali Kota Padang ini menyebutkan, maraknya dugaan pungli di Pasar Raya Padang harus segera disudahi. Tim Saber Pungli Polresta Padang diminta turun ke pasar, untuk mengungkap masalah ini.

“Awalnya kita berpikir tidak ada masalah lagi di Pasar Raya. Tapi kenyataannya, satu per satu masalah terbuka. Mulai dari dugaan pungli di Blok III Pasar Raya, PKL dan lainnya. Tentunya hal ini tidak bisa dibiarkan. Tim Saber Pungli harus masuk,” sebut Andre.

Jarak Polresta Padang dengan Pasar Raya sangat dekat. Jadi, sangat memungkinkan untuk polisi yang tergabung dalam Tim Saber Pungli untuk mengungkap masalah ini. Para pedagang itu kebanyakan korban gempa 2009 alu, tapi sampai sekarang belum juga bisa berjualan dengan normal. Ini harus menjadi catatan bersama.

“Pungli itu benar-benar telah meresahkan. Di Blok III saja, untuk menempatinya harus setor Rp5 juta. Dengan alasan yang macam-macam. Sementara di Blok II dan Blok IV gratis. Kalau tidak ada yang memberikan ‘lampu hijau’ tentu pungutan ini tidak akan terjadi. Ini harus ditelisik polisi,” sebutnya. (rian/kutip)