Anggota Kimisi II DPR RI: Pancasila Harus menjadi ‘Way of life’ Masyarakat Indonesia

oleh -65 views
Beberkan Pancasila, Guspardi Gaus di Kantor Walikota Pariaman. (faj)

Jakarta, — Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus menegaskan bahwa Pancasila sebagai ideologi bangsa lahir dari nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat Indonesia. Maka implementasi dan membumikan Pancasila sudah menjadi tugas seluruh elemen masyarakat.

Pancasila bukan hanya sekedar ideologi bagi rakyat Indonesia, tapi juga budaya, falsafah hidup dan dasar negara yang tertanam dalam jiwa masyarakat Indonesia dan tidak dapat dilepaskan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ideologi Pancasila merupakan kumpulan nilai dan norma yang menjadi landasan keyakinan dan cara berfikir serta juga sebagai pandangan hidup atau “the way of life,” masyarakat Indonesia, ujar Guspardi dihadapan 200 peserta sosialisasi Pancasila dengan tema “Gotong Royong Membumikan Pancasila” hasil kolaboarasi antara BPIP dengan Komisi II DPR RI yang diadakan di kantor Walikota Pariaman, Sumatera Barat.

Legislator asal Sumatera Barat itu, menambahkan kita bicara pancasila jangan hanya retorika. Namun harus diterapkan dalam keseharian. Bagi masyarakat minang nilai-nilai pancasila tidak perlu diragukan dan tidak perlu diperdebatkan. Para tokoh bangsa yang berasal dari minangkabau mulai dari M.Hatta, Syahrir, M.Yamin dan Agus Salim dan tokoh lainnya adalah sederet tokoh bangsa yang merupakan bahagian penting dari Pancasila.

Penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam ke lima sila pancasila juga sudah di ejawantahkan oleh masyarakat minang dalam kehidupan sehari-hari sejak dulu kala.

Sila pertama yaitu ketuhanan yang Maha Esa, bagi orang Minang adalah merupakan karakter atau jati diri bahkan menjadi filosofi dalam hidup dan kehidupannya yang terpatri dalam “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah” ( Adat Bersendikan Syara’ Syara’ Bersendikan Kitabullah).

Sila kedua bagi orang Minang hidup dengan semangat keadilan sebagaimana dalam pepatahnya “Barek samo di pikua ringan samo di jinjiang” (berat sama dipikul ringan sama dijinjing/ ditenteng).

Sila keketiga, Persatuan Indonesia. Di Sumatera Barat suasana sangat damai dan tentram. Pendatang diterima dengan baik. Tak pernah ada persekusi terhadap pendatang apapun suku. agama atau rasnya. Dan ketika orang Minang merantau, mereka sangat pandai membaur. Karena orang Minang memegang berprinsip “Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”(dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung).

Sementara Sila keempat dimana jauh sebelum Indonesia merdeka, sifat ini sudah berurat berakar dalam diri orang Minang dan itu tergambar dalam pepatahnya “Bulek aia dek pambuluah, bulek kato dek mupakaik”. Bermusyawarah untuk mencapai mufakat sudah diterapkan dari jaman nenek moyang orang Minang.

Sila kelima prinsip keadilan sosial ini sudah turun temurun dipraktekkan orang Minang sebagai ternaktub dalam pepatah petitihnya yaitu “Mandapek sama balabo, kahilangan samo marugi, maukua samo panjang, manimbang samo barek ( memperoleh sama beruntung kehilangan sama merugi mengukur sama panjang dan menimbang sama berat).

Oleh karena itu, Pancasila itu merupakan butir dan nilai luhur dari para leluhur kita baik dari Sabang sampai Merauke,” Pengenalan Pancasila harus terus dilakukan terutama kepada kaum milenial agar ideologi bangsa ini terus dikenal dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.  Pancasila sebagai ideologi negara sudah final. Artinya, kita sebagai warga negara tanpa kecuali, telah sepakat menjadikan itu sebagai falsafah atau tuntunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka implementasi dan membumikan Pancasila sudah menjadi tugas seluruh elemen masyarakat, tegas politisi PAN itu.

Pancasila mesti kembali dibumikan sebagai laku hidup sehari-hari bangsa ini. Tentu tidak cukup hanya dengan diucapkan saja , tapi juga perlu diterapkan dan diimplementasikan bukan hanya dalam kerangka tata nilai, melainkan juga dalam tata kelola negeri. Jangan sekadar slogan, tapi harus selaras dengan perbuatan, pungkas anggota Baleg DPR RI tersebut.

Jadi pembinaan ideologi Pancasila terhadap masyarakat harus terus menerus dilakukan dimana ideologi ini merupakan jati bangsa dan negara. Masyarakat perlu mempelajari, menghayati dan mengimplementasikan Pancasila ujar Pak GG begitu biasa dipanggil namanya.

Untuk itu, ia berharap kepada masyarakat agar secara terus meterus mengimplementasikan nilai nilai pancasila yang salah satu nilainya adalah rasa gotong royong yang sudah dianut oleh leluhur bangsa ini semenjak dulunya ujar pak Gaus ketika mengakhiri ceramahnya.(faj)