Antisipasi Corona, Nevi Zuairina : BUMN Farmasi Harus Genjot Stock Untuk Pencegahan Corona

oleh -359 views
Anggota Fraksi PKS DPR RI Nevi Zuairina desak Kementerian BUMN desan BUMN Farmasi genjot optimal hasilkan pencegahan virus corona, Rabu 4/3 (foto: dok)

Jakarta–Pasca kesibukan Kementerian BUMN membentuk BUMN Farmasi, PT Bio Farma menjadi induk perusahaannya, Anggota DPR RI komisi VI, Hj. Nevi Zuairina justru meminta kementerian bersama BUMN Farmasi itu fokus menjamin ketersediaan stock produk pencegahan terhadap virus Corona.

Sesuai tujuan awal, Adanya holding BUMN farmasi terdiri dari PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Indofarma Tbk (INAF), dan PT Phapros Tbk (PEHA) bertujuan memperkuat kamandirian industri dan meningkatkan ketersediaan produk.

“Dalam waktu dekat ini harus menggenjot produknya, masker N95 Kimia Farma (KAEF) telah habis diborong BNPB bulan lalu, mestinya segera tersedia kembali. Ketersediaan retail di seluruh penjuru toko di Indonesia mesti tersedia dengan mudah. Bila ini tidak segera dikondisikan, makan kedepannya akan ada yang memanfaatkan situasi di air keruh dengan permainan supply dan demand”, ujar Nevi Zuairina, Rabu 4/3 di Jakarta.

Legislator Sumatera Barat II dari PKS ini mulai menemukan di berbagai wilayah, terutama daerah destinasi wisata, masker sudah mulai sulit ditemukan.

Alasan yang selalu sama adalah, sudah  diborong orang bahkan kalau ada harga oer boxnya pun gila-gilaa.

Ibarat hukum rimba, kata Nevi yang punya sumbedaya finansial berusaha menyelamatkan kepentingan pribadi tanpa perduli kebutuhan orang lain.

Politisi PKS yang istri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno ini mengatakan, bahwa Kemunculan pembentukan holding farmasi 2020 ini, dilatarbelakangi oleh tren sektor kesehatan global di negara berkembang maupun negara maju.

“Ketika virus corona sudah masuk Indonesia, maka saat ini harus jadi ajang pembuktian mampu memberikan kontribusi negara melindungi rakyatnya dari ancaman virus corona. Adanya holding farmasi ini diharapkan produk farmasi dapat tersebar secara merata ke seluruh pelosok negeri,”ujar Nevi.

Menteri BUMN melalui Surat Edaran Nokor SE-1/MBU/03/2020 Tentang Kewaspadaan terhadap Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) kata Nevi sudah jelas regulasinya.

“Tapi yang paling penting adalah implementasi dan evaluasi dari surat edaran ini hari demi hari karena saat ini kita bukan berhadapan dengan masalah yang sepele. Negara kita saat ini sudah menjadi sorotan dunia berkaitan tentang keseriusan pada penanganan ancaman virus corona”, tegas Nevi.

Nevi menjelaskan, hal penting yang perlu diperbuat Kementerian BUMN untuk menunjang dan mendukung kegiatan pencegahan virus corona selain yang dilakukan BUMN farmasi adalah masalah kepastian lancarnya distribusi logistik dan penyediaan energinya.

Untuk itu Nevi Zuairina meminta dengan tegas agar pemerintah melalui kementerian BUMN dapat memastikan Pengangkutan dan Logistik Darat, Laut dan Udara dapat terus siap siaga. Selain itu, BUMN Migas dan Energ yang dibutuhkan oleh masyarakat, juga akan signifikan pada dukungan distibusi logistik pada armada pengangkutannya.

Legislator PKS ini menekankan, Negara  harus mulai mampu menghadapi panic buying dalam menghadapi wabah dunia atau apidemi.

“SOP adalah hal penting untuk diterapkan pada kasus atau keadaan apapun selayaknya seperti negara maju. Beberapa bulan lalu, hampir semua negara maju seperti Amerika menerapkan SOP yang disiplin berkaitan dengan pelayanan dan pencegahan bidang kesehatan,”ujar Nevi.

Bahkan di Wuhan China awal virus corona muncul sudah menerapkan SOP dan salah satu buktinya telah berdiri rumah sakit hanya hitungan hari melayani suspect corona.

Di beberapa negara Eropa, Masker mampu di produksi dalam sepekan sekaligus distribusinya memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat di tiap daerah. Ini akan menjadikan hilangnya para spekulan atau kejahatan penimbunan yang menyebabkan suatu produk menjadi langka atau mahal.

“Negara kita memang sebaiknya lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap segala ancaman biologis ini. lebih baik mencegah, dari pada mengobati. Dari segi kerugian baik materil maupun imateril akan jauh lebih baik mencegah dari pada terlanjur kejadian,”ujarnya.

Hal lain yang perlu kontribusi Kementerian BUMN kata Nevi untuk membantu pemerintah agar ada langkah kongkrit mewujudkan kestabilan ekonomi, menjaga pertumbuhannya dan menstabilkan daya beli masyarakatnya.(nz-center