Asman Abnur Tantang SDM Farmasi Produksi Obat Khas Indonesia

oleh -768 views
oleh
768 views
Menteri PANRB sekaligus Ketua Umum DPP IKA Unand tantang Alumni Farmasi ciptakan obat khas Indonesia, Sabtu 5/8 di Bogor.
Menteri PANRB sekaligus Ketua Umum DPP IKA Unand tantang Alumni Farmasi ciptakan obat khas Indonesia, Sabtu 5/8 di Bogor.(foto: budi)

Merdeka,—Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (PANRB) yang juga Ketua Umum DPP Ikatan Alumni (IKA) Unand Padang menantang sumber daya manusia sektor Farmasi mencptakan obat-obatan khas Indonesia.

“Alumni Farmasi Indonesia jangan terjebak bekerja rutinitas saja, seharusnya alumni Farmasi terutama IKA Farmasi Unand Padang sudah mampu lakukan terobosan memproduksi obat-obatan ciri khas Indonesia,”ujar Asman Abnur pada Seminar Ilmiah dan Temu Alumni IKA Farmasi Unand, Sabtu (5/8) di Dermawan Park Bogor.

Asman terang menantang para lulusan Farmasi Unand. “Saya tantang, alumnus Farmasi Unand sudah saatnya bikin obat-obatan orisinil Indonesia. Mari kita stop impor obat-obatan dari luar negeri. Jangan impor terus,” ujarnya.

Saat ini kefarmasian telah menjadi industri besar. Dan SDM kefarmasian nyaris 100 persen hanya berperan sebagai pekerja saja.

“Cuma segelintir alumni Farmasi Baru menjadi pemilik industri farmasi,”ujarnya.

Ketua Umum DPP IKA Unnad hadiri Temu Alumni IKA Farmasi Unand Padang di Bogor.(foto: budi)

Sementara Ketua Panitia Hendra Budiman menerangkan bahwa peserta seminar terdiri dari para alumni Farmasi Unand dari berbagai angkatan dan bekerja di berbagai sektor.

“Pembicara dalam seminar yang bertema Penerapan Permenkes RI No. 31 Tahun 2016 dalam Dunia Kefarmasian dan Tantangannya selain Pak Asman ada Detty Yuliati (Direktur Pelayanan Kefarmasian Kemenkes RI), Nurul Falah Eddy Pariang, dan Prof. Dachyarnus,”ujar Hendra.(BFH)