Asrinaldi : Petahana Pessel Belum Pasti Bisa Menang Telak di Pilkada 2020

oleh -296 views
Pengamat Politik Unand Asrinaldi, petahana Pessel belum tentu bisa menang mutlak, Jumat 12/7 (foto: niko)

Painan,— Hot (panas) situasi politik jelang Pilkada 2020 pun kian panas di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Sumatera Barat.

Banyak kalangan mulai mengeluarkan prediksi. Bahkan sejumlah polling ikut mencatut nama-nama calon pemimpin untuk Pilkada 2020. Meski belum ada deklarasi resmi untuk menyatakan diri maju sebagai calon Bupati, sebagian adapula terang-terangan di media sosial untuk siap mewakafkan diri menjadi calon Wakil Bupati Pesisir Selatan periode 2020- 2025. 

Tujuannya, tak lain untuk dipinang oleh sejumlah calon Bupati yang memiliki tekad kuat untuk maju pada Pilkada 2020 di negeri yang berjuluk sejuta pesona tersebut.

Apakah Pessel butuh ganti Bupati? Atau Petahana berpeluang besar menang Pilkada kedua kalinya? Atau barangkali ada penantang baru yang berpotensi kuat untuk mengalahkan Petahana?

Lalu, bagaimana dengan potensi Wabup Petahana? Jika maju, akankah peluang itu mengalir mulus baginya?

Entahlah… semua masih prediksi yang belum berkepastian. Menanggapi hal tersebut, Pengamat Politik dari Universitas Andalas (UNAND), Asrinaldi mengomentari soal kondisi politik di Pessel jelang pilkada 2020.

Asrinaldi mengatakan petahana memiliki peluang besar untuk bisa menang pada periode kepemimpinan berikutnya. Peluang itu, jelasnya karena petahana menguasai sumber daya yang bisa dimanfaatkan.

Yang menarik dukungan terhadap petahana, katanya adalah keberhasilan program yang mendapat perhatian masyarakat.

“Keberhasilan program yang mendapat perhatian masyarakat apalagi yang bersifat bantuan langsung kepada masyarakat dan berupaya meningkatkannya lagi pada periode kedua, baik besaran maupun cakupannya. Tentu ini yang menarik dukungan pemilih kepada petahana,”ujarnya saat diwawancarai www.tribunsumbar.com, Jumat, 12/7  di Padang.

Namun isu petahana yang mendukung Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01, Jokowi-Makruf Amin pada Pilpres 2019, menurutnya akan mendapat perhatian terhadap masyarakat yang anti dengan Paslon Capres dan Cawapres 01.

“Tentu bagi lawan politik petahana, isu ini akan menjadi “mainan” mereka untuk menggerus dukungan masyarakat kepada petahana”ulasnya.

Petahana perlu kembali untuk lebih serius menguatkan dan memanfaatkan dukungan pemilih istrinya yang lolos maju sebagai Calon DPR RI pada Pemilu serentak 2019 yang lalu. Jika tidak, dukungan pemilih bisa berkurang dari Pilkada sebelumnya.

“Kalau dilihat kemenangan istri petahana itu tidak signifikan jika dibandingkan dengan jumlah pemilih di Pessel, padahal sudah menggunakan pengaruh petahana,”ujar Asrinaldi.

“Saya khawatir kalau ini tidak menjadi perhatian serius petahana, tentu dukungannya akan berkurang dari Pilkada sebelumnya” katanya.

Lebih lanjut, Asrinaldi juga mengomentari soal wakil petahana apakah berpeluang atau tidak untuk moment pilkada 2020 mendatang.

Dia justru mengatakan wakil petahana agak berat untuk mengalahkan petahana. Hal ini disebabkan oleh kasus hukum yang sedang melandanya.

Bahkan Asrinaldi meyakini isu itu akan dikapitalisasi “sehingga Wabup petahana akan sulit untuk maju dan kalaupun maju sulit untuk menang,”tuturnya.

Lebih jauh dia menjelaskan bahwa keunggulan petahana adalah style kepemimpinannya yang tegas dan terbuka dimana tidak setiap orang memiliki ketertarikan yang sama soal gaya kepemimpinanya itu.

“Tentu tidak semua orang suka dengan gaya ini. Karena gaya kepemimpinan ini sekaligus menjadi kelemahan petahana”tambahnya.

Asrinaldi menyampaikan petahana perlu juga mempertimbangkan siapa calon wakil yang akan mendampinginya pada pesta pilkada 2020.

Dalam persepsi masyarakat, bebernya keterwakilan daerah utara-selatan perlu menjadi pertimbangan.

“Selain itu, tentu mempertimbangkan wakil yang memiliki basis suara yang jelas dan memiliki track record yang bagus di mata masyarakat untuk menutupi kelemahan petahana selama ini”terangnya.

Asrinaldi mengatakan petahana pun belum tentu menang mutlak jika Wabup petahana tidak bisa maju pada Pilkada.

“Belum tentu juga petahana akan menang mutlak karena isu-isu yang saya jelaskan di atas. Saya yakin akan ada tokoh masyarakat  baik dari rantau maupun di Pessel yang mengakar dalam masyarakat yang akan menantang petahana. Kita tunggu saja” tutupnya. (niko).