Audy Sebut di Islam Angka 4 Bermakna Kepemimpinan Terbaik

oleh -108 views
Audy Joinaldy sebut banyak makna dari nomor 4 sebagai nomor urut Mahyeldi-Audy di Pilkada Sumbar 2020, Kamis 24/9 (foto: dok/sis)

Padang,—Pleno KPU Sumnar hari ini menetapkan Paslon Mahyeldi-Audy mendapatkan nomor urut 4 pada Pilkada Sumbar 2020.

”Alhamdulillah,”ujar Audy Joinaldy  usai mendapatkan nonor urut 4, Kamis 24/9 di Padang.

Menurut Audy angka 4 bermakna kepemimpinan yang tergambar dalam kepemimpinan terbaik pasca Rasulullah, yaitu Khulafaur Rasydin yang berjumlah 4: Abu Bakar As−Shidiq, Umar Bin Khatab, Usman Bin Affan dan Ali Bin Abi Thalib.

“Artinya mendapatkan nomor urut 4 itu bermakna Mahyeldi-Audy sebagai pasangan terbaik untuk memimpin Sumatera Barat ke depan,”ujarnya.
.
Nomor 4 juga  Simbol Empat Penjuru Mata Angin (Utara, Selatan, Timur, Barat). “Berarti kita diterima semua golongan, kalangan dan seluruh lapisan masyarakat Sumatera Barat. Insyaallah kita akan mengembalikan kepercayaan itu dengan memenuhi komitmen kita kepada masyarakat Sumatera Barat,”ujar Audy.

Nomor 4 juga bermakna Simbol Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika).

”Berarti Visi, Misi dan Program kita akan menjadi tiang penyangga yang kokoh untuk Bersama Membangun Sumatera Barat Madani #MilenialManang agar masyarakat Sumatera Barat merasa aman, nyaman, tentram dan sejahtera,”ujarnya.

Kato Nan Ampek ini memiliki makna :

1. Kato Mandaki (Kata Mendaki), maksudnya bagaimana kita menyatakan pikiran kita baik dalam komunikasi dengan maupun ketika kita membicarakan tentang seseorang yang posisi tawarnya lebih tinggi dari kita, seperti orangtua, guru, ulama, tokoh masyarakat, termasuk pemimpin negara. Merupakan hal yang terlarang kita menyebut mereka dengan namanya saja, atau memberi kata sandang ‘Si’.

2. Kato Manurun (kata menurun) adalah cara berkomunikasi dengan atau membicarakan tentang seseorang yang posisi tawarnya di bawah kita, terutama yang umurnya lebih muda atau memang kepada remaja dan anak-anak.

3. Kato Mandata (kata mendatar), merupakan cara berbahasa dengan teman sebaya dalam pergaulan.

4. Kato Malereng (kata melereng), adalah bagaimana cara berkomunikasi dengan pihak yang rasanya janggal apabila mengungkapkan perasaan atau pikiran kepadanya secara gamblang dan terus terang. Dalam kata melereng ini digunakan kata-kata berkiasbanding. Umpama komunikasi antara mertua dengan menantu dan sebaliknya.

“Bismillahirrahmanirrahim,”ujarnya. (sisca)