Bakti Untuk Nagari

oleh -437 views
Bakti untuk Nagari itu jamgan gadaikan suara mu karena recehan rupiah, oleh Donny. (foto: dok)

Oleh: Donny Rang Gucci (Coretan)

MENTARI kembali terbit seperti biasa, menghapus butiran embun pagi yang menyejukkan mata. Tak terasa, sudah puluhan tahun aku lewati masa-masa ini, walau sempat ku tinggalkan sesaat karena merantau.

Puncak Marapi menjadi saksi perubahan masa ke masa, dari lahir hingga tumbuh jadi dewasa. Rasanya aku malu pada Nagari ini, dengan umur yang terus berkurang, apa yang sudah ku perbuat untuk membalas jasanya?.

Dari hasil bumi Nagari ini aku dibesarkan, dari hasil bumi Nagari ini aku mencari nafkah. Tapi hingga kini, rasanya belum banyak yang bisa aku perbuat.

Mungkin aku tak seberuntung yang lain, mereka telah banyak mengharumkan nama Nagari ini dengan jabatan serta penghargaan yang diraih. Sedangkan aku, rasanya belum bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang.

Sering dipersetiga malam, aku mencoba merenung. Apa yang bisa ku perbuat untuk Nagari ini, dengan kapasitas yang aku punya. Kadang teringat ucapan Almarhum Arman J Piliang (AJP), tentang bagaimana cara dia memperjuangkan anggaran untuk pembangunan di Canduang. Kelihaian AJP soal anggaran diakui oleh Bupati Agam, Indra Catri.

Selepas almarhum pergi, tidak ada anak Nagari Canduang Koto Laweh yang duduk di DPRD Agam. Pasti akan banyak dampaknya, jika dulu ada sosok yang selalu terdepan memperjuangkan, sekarang kita lebih banyak menunggu.

Kalau boleh disimpulkan ucapan AJP itu adalah, daerah kita membutuhkan anggaran dari pemerintah untuk pembangunan. Apakah itu jalan, irigasi, sekolah atau fasilitas umum lainnya. Nagari kita bukan daerah kaya Sumber Daya Alam, jadi anggaran untuk roda pembangunan mayoritas dari pemerintah.

Bertepatan dengan pemilihan Bupati Agam yang semakin dekat, inilah menurutku momentum menentukan pembangunan di Canduang kedepan. Minimal hingga 2024 saat Pileg kembali dilaksanakan dan ada putra Canduang yang lolos.

Kita harus memilih calon Bupati yang punya kedekatan dengan Canduang, apakah secara histori, perhatian ataupun orang-orang disekitarnya. Jangan sampai kita hanya disapa jelang pemilihan, setelah itu hilang tanpa jejak. Kapan perlu kita buatkan kesepakatan bersama, agar mengikat para kandidat tersebut.

Mungkin ini salah satu cara untuk berbakti untuk Nagari. Dengan memilih pemimpin yang punya kepedulian terhadap Canduang, kita bisa memperjuangkan pembangunan, bisa membuka kesempatan untuk perbaikan ekonomi masyarakat, dan memajukan Nagari yang kita cintai.

Kita butuh pemimpin yang tak hanya menyapa dengan alat kampanye, tapi butuh yang langsung hadir ditengah kita. Jangan sampai masa depan Nagari kita tergadai hanya karena sejumlah uang atau barang menjelang pemilihan.

Jika kita sudah memilih karena uang atau barang yang diberikan jelang pemilihan, artinya hak kita sudah dibelinya. Jadi jangan marah kalau seandainya dia saat memimpin melupakan kita.

Dan salah satu cara lain untuk berbakti kepada Nagari adalah dengan tidak terpecah belah antara kita Anak Nagari karena Pilkada. Mungkin kita punya jagoan berbeda, tapi itu bukan alasan untuk kita saling bermusuhan.

Kita harus tetap kompak kala gotong royong, tetap kompak kala suka dan duka. Tetap menawarkan secangkir kopi kala tamu datang.

Semoga Nagari kita semakin maju. Aamiin. (analisa)