Baliho Kapolda, Andre Kecam Media Sumbar, Ope Meradang

oleh -554 views
Suasana debat Anggita DPR RI Andre Rosiade dsngan Pemred Rakyat Sumbar saat jamuan makan malam, terkait Baliho Kapolda disentil Andre media Sumbar lembut, Senin 4/11 di Jaksrta. (foto: dok/ichobb)

Padang,—Jamuan makan malam Anggota DPR RI Andre Rosiade dengan owner dan wartawan di restorant Jepang bilangan Gatot Subroto Jakarta, berubah jadi debat keras Andre dengan Pemred Rakyat Sumbar Revdi Iwan Syahputera.

“Baliho Kapolda bertebaran terpasang kok media Sumbar lembut saja pemberitaannya, sangat saya sayangkan,”ujar Andre Rosiade.

Revdi mendengar beberapa kali Andre sayangkan sikap redaksi media tidak terima.

“Tidak bisa disalahkan media, karena ini belum kampanye dan media di Sumbar tidak bisa diobok-obok seperti keinginan ketua (panggilan andre) kalau mau jangan Kapolda saja banyak tokoh pasang Baliho,”ujar Ope.

Menurut Ope dia tidak dalam kapasitas membela Kapolda.“Saya tidak ada urusan Kapoda kek atau siapa kek, tapi saya tidak terima kalau ada yang bilang media soal Baliho Kapolda itu lembut dan membisu,”ujar Ope.

Almudazir owner minangsumbar.id sebelumnya juga sudah mengatakan bahwa belum ada aturan menyebutkan Kapolda tidak boleh pasang Baliho dan Kapolda juga belum tentu maju sebagai calon.

Akademisi FISIP Unand Ilham Adrlano Azre menengahi debat keras Andre dengan Ope malam ini.

“Dari survey terakhir masyarakat Sumbar tahu Pilkada baru 30 persen, pola pemberitaan media dengan berbagai versi soal kebijakan redaksi justru mengreat pemilih Sumbar tahu jelang Pilkada 2020,”ujar Azre.

Andre Rosiade tak bergeming, dia mengatakan Kapolda Sumbar tidak bisa melakukan itu. Soal debat dengan Ope biasa. “Ini tanda orang minang keras. Bersikap dan kritis soal perbedaan, tapi kita tetap bersahabat,”ujar Andre

“Pak Kapolda itu pejabat negara jika menerima bantuan orang soal balihonya, Kapolda bisa diduga menerima grativikasi,”ujar Andre Rosiade melanjutkan.

Tapi Andre tegaskan Pilkada Sumbar 2020, bagaimana Pilkada berlangsung demokratis.

“Tidak ada yang boleh mengunakan cara-cara tidak sehat di demokrasi,”ujar Andre Rosiade. (Ichobb)