Barakallah… Sanusi Jadi Ketum IKA Thawalib Pusat

oleh -264 views
oleh
264 views
Sanusi jadi Ketua IKA Thawalib Pusat secara aklamasi di Mubeslub IKA Thawalib Jumat 4 Maret 2022. (dok)

Padang Panjang, — Sanusi atau lengkapnya Drs. H. Sanusi M. Ali, SE akhirnya terpilih dengan aklamasi sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Thawalib Pusat periode 2022-2027.

Sanusi jadi Ketum IKA Thawalib Pusat  pada Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Thawalib digelar di Auditorium Miifan Water Park, Kota Padang Panjang, Jumat 4 Maret 2022.

Mubeslub itu sendiri merupakan rangkaian dari agenda silaturrahmi nasional IKA Thawalib yang berlangsung dari tanggal 3 Maret hingga 5 Maret 2022.

Adapun Silatnas-Mubeslub IKA Thawalib dibuka resmi oleh Ketua Pembina Yayasan Thawalib Padang Panjang, Drs. H. Guspardi Gaus, M.Si. Jumat, 3 Maret 2022 dan dihadiri alumni Thawalib dari berbagai daerah se-Indonesia serta dihadiri unsur pengurus Thawalib.

Sanusi selaku Ketua Umum IKA Thawalib terpilih mengatakan Thawalib adalah satu perguruan (Pesantren, -red) tertua di Indonesia dan alumninya tersebar di mana-di mana. Ini dia rencana Sanusi kedepan..

“Fokus saya lebih dulu adalah penyatuan alumni. Kemudian yang tidak kalah pentingnya menyambung silaturrahmi antar generasi alumni yang berada di mana-mana, sehingga dengan bersatunya semua alumni akan menciptakan kekuatan yang sangat besar untuk kemajuan Thawalib, sebab alumni Thawalib kaya akan sumberdaya manusia, Ada yang menjadi ulama besar, ada pengusaha, ada yang berkarir di TNI,Polri dan pengacara, ada tekhnorat, ada birokrat dan lain sebagainya,” ujar Sanusi menjawab pertanyaan awak media, Minggu, 6/3-2022..

Sanusi menambahkan “Kita (alumni, -red) merasa berhutang budi kepada Thawalib, sebab Thawalib telah melahirkan banyak tokoh dalam penyebaran Islam di Indonesia.

“Sehingga kita bertanggungjawab untuk menghidupkan Thawalib demi makin berkembangnya agama Allah,” sambung Sanusi.

Lebih jauh, Sanusi mengatakan ia akan membentuk pengurus IKA Thawalib di daerah dan membentuk database alumni. Menurutnya Memang tidak akan bisa terbentuk dalam waktu secepatnya karena segala sesuatunya tidak semudah membalik telapak tangan. Tapi inilah tanggungjawab seorang ketua bersama pengurus.

“Tentunya saya tidak bisa bekerja sendirian karena saya manusia yang juga ada kelemahan. Saya perlu dukungan kawan-kawan guna terlaksananya program ini.” Paparnya.

Kemudian, disebutkan Sanusi, ia menaruh harapan besar kepada semua pihak agar ia dan pengurus terpilih lainnya di support dan di dukung agar tercipta dan terwujud kebersamaan alumni.

“Harapan saya mudah-mudahan semua pihak bisa mendukung. Baik dari pihak alumni itu sendiri maupun dari pihak yayasan Thawalib. Sehingga antara alumni dan yayasan Thawalib bisa bekerja sama dan bersinergi. Sehingga nanti bisa menghasilkan yang positif Terutama untuk kemajuan peningkatan agama Allah,” harapnya.

Sanusi juga mengatakan mungkin selama ini belum bisa terbangun komunikasi yang terstruktural antara alumni dan yayasan, maka dengan sudah adanya wadah alumni ini, Sanusi yakin bisa membangun kemitraan yang harmonis antara alumni dengan yayasan demi kemajuan Thawalib.

“Mungkin saja ketika pihak yayasan memiliki program yang membutuhkan dukungan alumni, dengan sendirinya kita sebagai alumni akan merespon dengan cepat, Karena antara alumni dan yayasan itu ibarat satu struktural rumah gadang, antara satu rangkaian pondasi, tiang dan atap saling menopang, sebab alumni dilahirkan dari rahim Thawalib itu sendiri,” imbuhnya.

Sanusi menaruh harapan besar perguruan Thawalib yang telah membesarkannya semakin hari semakin berkembang dan semakin bagus. Sehingga bisa melahirkan Thawalib-Thawalib lainnya. Misalnya Thawalib Atjeh, Thawalib Riau, Thawalib Sumut dan lain sebagainya.

“Kita bisa belajar dari keberhasilan pondok pesantren Gontor yang telah berkembang di seluruh Indonesia, padahal pendiri Gontor itu adalah alumni Thawalib,” ujarnya. (rls/adr)