Batang Kuranji Jadi Destinasi Wisata Kota Padang

oleh -560 views
oleh
560 views
Dr Khairul Ikhwan. (foto: dok)

Oleh : Dr. H Khairul Ikhwan, Ketua Umum IKA FISiP UNAND

MAHYELDI. SP telah berhasil membenahi pingir pantai Padang untuk arena wisata. Masyarakat Kota Padang, Sumatera Barat sudah mengakuinya.

Hal ini bisa dibuktikan dengan telah tumbuhnya kawasan wisata baru yang dikunjungi oleh masyarakat seperti pantai purus Padang, pantai air Manis, pantai bungus dan pantai lainnya.

Keberhasilan pembenahan pantai ini seharusnya bisa juga dilakukan terhadap aliran sungai yang ada di Kota Padang. Jika Pemko Padang bisa mengolah, menyulap aliran sungai dengan baik menjadi distinasi wisata atau kunjungan hiburan baru maka potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Padang akan meningkat.

Kota Padang memiliki 5 aliran sungai, ukuran sungainya panjang dan lebar yang kesemuanya memiliki potensi untuk wisata keluarga, wisata prestasi, wisata rekreasi sebagai alternatif wisatan selain pantai yang sedang digandrungi oleh masyarakat Sumbar di Padang.

Penulis merupakan putra asli Anak Nagari Kuranji mengusulkan agar sungai besar yang ada di Kota Padang disulap menjadi tempat wisata baru, pertumbuhan ekonomi baru. Mari benahi sungai (batang) Kuranji.

Jika saja Batang Kuranji dibenahi menjadi destinasi wisata seperti Kota Payakumbuh yang telah sukses merobah Batang Agam menjadi tempat wisata baru, mungkin Batang Kuranji akan lebih hebat lagi dari Batang Agam tersebut.

Ambil contoh dahulu kawasan Batang Agam masih dipenuhi semak belukar. Kini sudah semakin bagus, di sepanjang aliran sungai Batang Agam itu, kini dilengkapi berbagai fasilitas untuk memanjakan warga kota. Dari indahnya taman-taman bunga sebagai tempat bersantainya masyarakat hingga wisata air. Kemudian ada berbagai fasitas olahraga.

Di sini, juga ada areal untuk bersepeda santai. Kemudian, sepanjang aliran sungai yang sudah ditata bagus sedemikian rupa dan bisa dimanfaatakan untuk jogging, kawasan Batang Agam juga dilengkapi, khusus arena skate board bagi pecinta papan beroda tersebut.

Tak kalah menariknya, kawasan Batang Agam tersebut malah dilengkapi spot-spot spesial untuk berbagai aktifitas komunitas. Seperti spot untuk komunitas reptil, spot bagi komunitas tanaman hias dan terdapat kolam yang luas bagi komunitas ikan. Batang Agam adalah kawasan baru pusat keramaian Kota Payakumbuh.

Jika Batang Kuranji ini disulap menjadi tempat distinasi wisata baru seperti Batang Agam Kota Payakumbuh sukses dibenahi maka Kota Padang akan semakin menarik dikunjungi karena ada wisata Batang Kuranji tersebut.

Idenya, dimulai dari hulu dari Bukit Barisan sampai ke kampus Universitas Bung Hatta, dengan panjang lebih kurang 17KM, Ada 3 kecamatan yang dilalui. Jika dibuat tempat wisata, hiburan oleh Pemko Padang dengan pengelolaan nanti oleh Anak Nagari setempat akan semakin mensejahterakan masyarakat Kota Padang.

Gagasan merubah sungai-sungai menjadi pertumbuhan ekonomi baru perlu juga didorong, apalagi disepanjang aliran bisa dimanfaatkan oleh warga Padang untuk mendapatkan rezeki, mungkin akan lebih bermakna atau akan lebih bermanfaat aliran sungai tersebut.

Merubah aliran sungai menjadi tempat objek wisata, kawasan ekonomi baru tidaklah hal mudah, semua butuh kerja keras Anak Nagari, warga Kota Padang, Pemko Padang, Pemerintah Pusat, pihak lain secara keseluruhan.

Jika Kepala Daerah dan jajarannya memiliki visioner seperti yang telah dilakukan oleh Kota Payakumbuh. Insyallah diyakini seluruh aliran sungai di Kota Padang bisa disulap, dan Anak Nagari akan dipastikan makmur.

Pola pengelolaan tentu tetap.menjaga ekosistem sepanjang aliran Batang Kutanji itu. Misalnya tetap mengadopsi kearifan lokal masyarakat sepanjang aliran sungai sebagai implikasi kearifan lokal itux anak nagari bisa mereduksi esensi dari paga kampuang tagak kampuang, sekaligus memastikan perlindungan liingkungan plus menjadi objek wisata nan amzing.

Selain itu pengelolaan Batang Kuranji yang komprehenisf juga berefek kepada ketersediaan sumber air minum yang operatornya PDAM Kota Padang sendiri. (analisa rewrite dari Teras Utama Padang Ekspres, terbit: Kamis 4 Februari 2021)