Kumpulkan Emas, Orang Minang, Beli Pesawat: Pertama di Indonesia

Monumen pesawat pertama Indonesia dari emas amal amak di Guguak Agam. (foto wisataagam)
Monumen pesawat pertama Indonesia dari emas amal amak di Guguak Agam. (foto wisataagam)

SATU KALENG biskuit. Penuh. Isinya emas milik kaum perempuan Minangkabau. Emas itu dilebur, jadi 14 Kg. Lalu dibelikan pesawat Avro Anson.Desember 1949 pesawat itu mendarat di lapangan udara Gadut, Bukittinggi. Pada 9 Desember tahun itu pesawat pertama milik Indonesia itu diterbangkan ke Thailand Selatan oleh Iswahyudi san Halim Perdana Kesuma.

Bung Hatta sebagai salah seorang pemrakarsa amat bangga, sayang pesawat jatuh di Tanjung Hantu Malaysia.Monumen pesawat itu ada di Gadut, bisu dan nyaris tak dimengerti orang lalu.

Tak pernah dibanggakan oleh anak-anak Minang. Biarlah nomor berapapun pesawat itu diberi oleh pemerintah.Itulah nasionalisme ibu-ibu Minangkabau. Ia copot subang, gelang, cincinnya, kata Pak Hatta, karena "kita sedang berjuang."

Rasa hormat pada pejuang dan bangsa itu tak dibuat-buat. Apa adanya dan selalu begitu.Dan saya menyaksikan pembangunan monumen Avro Anson. Menyaksikan (kalau tak salah) Bapak Hawari Siddik sibuk sebagai salah seorang panitia. Membaca tulisan Prof Mestika Zed tentang Avro Anson itu. (analisa)

Oleh: Khairul.JasmiWartawan Senior

Editor : Adrian Tuswandi, SH
Banner Nevi - Bangkit BersamaBanner - JPS
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini