Harga Emas Dunia Diprediksi Naik Hingga USD 3.880 Per Ons

Ilustrasi Emas Antam. (Foto: Ist)
Ilustrasi Emas Antam. (Foto: Ist)

Jakarta, - Harga emas diprediksi kembali menguat dalam tiga bulan ke depan.

Berdasarkan laporan terbaru dari Citi Research, harga emas berpotensi melonjak hingga mencapai USD 3.500 per ons, meningkat dari proyeksi sebelumnya yang berada di kisaran USD 3.200 per ons.

Kenaikan ini sejalan dengan sentimen global dan meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven.

Menurut laporan The Economic Times, lonjakan permintaan emas, khususnya dari sektor asuransi di China, menjadi pendorong utama kenaikan harga.

Selain itu, ketegangan geopolitik, risiko perang dagang, serta melemahnya kondisi pasar keuangan global turut memperkuat aliran dana ke instrumen investasi emas.

“Saat ini emas kemungkinan berada dalam kondisi defisit fisik yang sangat langka. Oleh karena itu, harga harus naik agar para pemegang emas bersedia menjualnya dan pasar kembali seimbang,” tulis analis Citi dalam risetnya.

Lebih lanjut, Citi juga menyoroti kebijakan strategis pemerintah China yang mengizinkan sepuluh perusahaan asuransi besar mengalokasikan hingga 1% dari total aset mereka untuk investasi emas.

Kebijakan ini berpotensi menambah permintaan emas sebesar 255 ton per tahun, atau sekitar seperempat dari total pembelian bank sentral global.

Meski sempat menyentuh rekor tertinggi di angka USD 3.357,4 per ons, harga emas spot mengalami koreksi ringan pada perdagangan Kamis (17/4/2025), akibat aksi ambil untung investor menjelang libur panjang.

Namun demikian, tekanan terhadap dolar AS serta memanasnya hubungan dagang antara Amerika Serikat dan China tetap menjaga harga emas bertahan di atas level psikologis USD 3.300 per ons.

Editor : MS
Banner Ultah Danantara
Bagikan

Berita Terkait
Terkini