Berkat Lobi Andre Rosiade, Pertamina Siap Guyur Berapa pun Kebutuhan Solar Sumbar

oleh -46 views
Andre Rosiade bersama Alfian Tanjung chek kelangkaan solar dan penyelewemagan BBM Soalr subsidi di Sumbar, Jumat 1 April 2022. (dok)

Padang — Menjadi wakil rakyat berarti dan kerja nyata merealisasikan apresiasi masyarakat, itu sejak awal dilakukan Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade.

Baru-baru ini, saat Sumbar meraung solar subsidi langka, sopit truk di SPBU antri berjam berjam, Andre Rosiade berteriak dan Andre Rosiade bersama Direktur Utama (Dirut) Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution mengecek langsung stok solar bersubsidi di Kota Padang, Jumat 1/5-2022.

Wakil rakyat yang tak mau diam atau menjawab klasik nanti ‘saya perjuangkan’, sorry, Andre Rosiade tidak seperti itu, asal untuk Sumbar, tak ada pintu kekuasaan di Jakarta itu tertutup bagi serang Andre Rosiade.

Andre dan Alfian, Jumat itu juga memastikan ketersediaan solar di Integrated Terminal Teluk Kabung.

Hasilnya, Allhamdulillah sejak Andre dam Alfian datang sampai pulang antrean solar mulai mengurai dan masih ditemukan kendaraan tak berhak membeli solar subsidi ikut antre. Stok solar juga mencukupi sampai Lebaran.

Usai turun dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM), rombongan menyasar sebuah SPBU baru yang dibuka tak jauh dari bandara. Di sini, tak ditemukan kejanggalan, mungkin karena baru beroperasi.

Andre dan Alfian yang didampingi Sales Area Manager (SAM) PT Pertamina (Persero) Retail Sumbar I Made Wira Pramarta dan Ketua BPC Hiswana Migas Sumbar Ridwan Hosen sempat berdialog dengan operator.

Berlanjut ke SPBU di Bypass Tanjung Aur, Kecamatan Kototangah, Andre mulai menemukan sejumlah kejanggalan. Antrean memang tidak panjang, tapi sejumlah truk yang ikut mengantre ternyata diduga berasal dari industri.

Pemilik truk diduga memodifikasi angkutan yang harusnya beroda 10 menjadi roda enam agar bisa mendapatkan biosolar subsidi.

Di SPBU Air Pacah, Kototangah dan Pisang, Kecamatan Pauh serta Pitameh Lubukbegalung, juga ditemukan hal yang sama.

Bahkan, ada pembeli yang mencoba mendapatkan BBM Pertalite menggunakan jeriken, padahal sudah dilarang Pertamina sejak 1 Agustus 2021.

“Kami menemukan kejanggalan-kejanggalan yang harusnya tidak terjadi,” kata Andre Rosiade yang juga ketua DPD Partai Gerindra Sumbar.

Andre Rosiade menyebutkan sengaja mengajak Alfian Nasution ke Sumbar.

“Tujuannya, pertama kita ingin mengatasi kelangkaan solar subdisi. Kita tahu dalam beberapa bulan terakhir solar langka di Sumbar dan antreannya mengular. Alhamdulillah, komunikasi dengan Dirut Pertamina bu Nicke Widyawati dan pak Alfian sangat baik. Beliau sudah menginstruksikan SAM Sumbar memastikan BBM subsidi bisa terdistribusi dengan baik,”ujar Andre.

Alfian mengatakanhadir ke Sumbar sesuai permintaan Andre Rosiade sebagai anggota DPR RI Dapil Sumbar.

“Saya diminta Pak Andre Rosiade untuk memastikan kelangkaan BBM subsidi di Sumbar.menjawap apresiasi masyarakat Sumbar yang sering diajukan ke Pak Andre Rosiade. Saat ini kuota solar subsidi di Sumbar sudah di atas normal. Bahkan sudah lebih sampai 5-10 persen. Pertamina Patra Niaga dan Pertamina sudah menjanjikan untuk masyarakat Sumbar akan terus digelontorkan solar subsidi sampai tidak ada lagi kelangkaan dan antrean,”ujar Alfian disampaikan Andre Rosiade.

Andre sudah menyampaikan kepada SAM Sumbar I Made Wira, sebagai penanggung jawab BBM, jangan sampai setelah Andre Rosiade dan Alfian pulang, solar kembali langka dan antre.

“Beliau sudah menjanjikan tidak akan ada kelangkaan dan antrean lagi. Jadi berapapun kebutuhan masyarakat Sumbar akan ‘diguyur’ oleh Pertamina,” katanya.

Sidak ke SPBU, Andre dan Alfian temukan kejanggalan truk tak berhak solar subsidi dimofikasi, Jumat 1/4-2022. (dok)

Pertamina Harus Berkolaborasi dengan Polri

Tapi, kata Andre seberapa pun BBM Solar subsisdi diguyur ke Sumbar tanpa ada pengawasan dan penegakan hukum percuma.

“Pertamina dan aparat hukum harus bekerja, harus bersinergi, baik kepolisian, mengajak Danrem, Lantamal dan lainnya untuk bersama-sama mengawasi distribusi solar subsidi. Jangan sampai yang tidak berhak menikmati, seperti kendaraan industri. Karena disparitas harganya Rp8.000 lebih. Butuh dukungan dari Pemprov Sumbar dan aparat penegak hukum. Harapan kita tentu, pihak Pemprov juga bekerja mengawasi. Jangan hanya pasang spanduk saja,” kata Andre.

Menurut Andre Rosiade solar subsidi sudah didistribusikan dan tidak ada kelangkaan lagi. Kalaupun kosong, semua masih dalam perjalanan. Kedua, sosialisasi Pertalite tidak boleh dibeli dengan jeriken masih belum maksimal.

“Kita masih temukan truk-truk yang tidak berhak yang melanggar Perpres 191/2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM. Pertamina butuh dukungan dari penegak hukum, Pemprov Sumbar. Kami dan Komisi VI DPR bersama Pertamina, berapapun kebutuhan masyarakat Sumbar akan disiapkan,”ujarnya.

Andre Rosiade ngotot dna turun tangan, kepada media Andre Rosiade buka kartu.

“BBM langka berbulan-bulan, SPBU antri kendaraan membzru solar subsidi, ini tak mungkin saya biarkan, inimerupakan tanggung jawab sebagai anggota DPR RI mewakili Sumbar. Masyarakat Sumbar yang telah memilih kami menyampaikan aspirasi bagaimana seorang anggota DPR RI Andre Rosiade turun ke lapangan memastikan ketersediaan solar,” katanya.

Andre berharap Pemprov yang turun tangan. Kalau memang dirasakan lambat oleh masyarakat, tentu ini juga bagian dari tanggung jawab anggota DPR untuk membantu.

“Menggunakan kewenangan kami di Komisi VI, kami ajak Pertamina dan Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian hari ini langsung turun mendampingi kami dan turun mengeksekusi aspirasi masyarakat Sumbar. Terima kasih kepada Pertamina, bu Nicke dan pak Alfian,” katanya.

Amankan Solar

Alfian Tanjung (tengah) bersama Andre Rosiade cek Pertamina Bungus, Jumat 1/4-2022 (dok)

Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution yang mengelola distribusi BBM dan gas se-Indonesia mengatakan, untuk kelangkaan solar di Sumbar didapat informasi dari rapat di Komisi VI dengan Pertamina yang dihadiri Andre Rosiade. Dia datang ke Sumbar juga karena ajakan dari Andre Rosiade.

“Sesuai aspirasi masyarakat Sumbar, pak Andre menyampaikan ke saya. Kita melihat banyak antrean solar di Sumbar. Sejak minggu sudah terus ditambah pasokannya ke Sumbar. Memang, untuk menambah itu tidak bisa langsung jebret. Tapi pelan-pelan tetap kita tambah. Untuk Sumbar sudah ditambah sekitar 5-10 persen di atas kuota,” katanya.

Alfian mengatakan, datang ke Sumbar bersama Andre Rosiade untuk mengecek apakah antrean masih ada. Apakah kebutuhan masyarakat Sumbar Sudah terpenuhi semua. “Hasilnya, ternyata antrean sudah mulai terurai dan tadi informasi juga dari SAM Sumbar, bahwa kita akan terus tambah pasokan jika diperlukan,” katanya.

Dia menegaskan, berbarengan dengan penambahan, semua pihak harus saling mengawasi. Karena, berapapun solar yang ditambah, kalau tidak diawasi bersama masyarakat dan aparat untuk yang berhak menggunakan solar subsidi percuma. “Seperti truk yang rodanya di atas enam untuk pengangkut sawit dan batubara itu tidak boleh menggunakan solar subsidi. Kalau kita tidak awasi bareng-bareng, tetap kurang juga,” katanya.

Seharusnya, sebutnya, tidak boleh ada truk yang menggunakan tangki tambahan.

“Saya sudah minta untuk operator tidak melakukan pengisian truk yang menggunakan tangki tambahan. Karena itu sudah menyalahi aturan, setiap truk itu maksimal boleh mengisi solar 200 Liter,” katanya.

Alfian mengatakan kuota solar nasional mencapai 14,9 juta kilo Liter (KL). Kuota solar subsidi Sumbar 411.028 KL per tahun, atau 34.252,3 KL per bulan atau atau rata-rata setiap harinya 1.123 KL. Jika terjadi kenaikan sebesar 5 persen, maka setiap harinya akan dialokasikan sebesar 1.182 KL atau 431.579 KL per tahun. Angka tersebut dinilai belum mencukupi, karena pasokan yang paling aman adalah sebesar 474.500 KL per tahun atau 1.300 KL per hari.

Untuk Ramadhan dan Lebaran, katanya, secara nasional stok BBM mencukupi. Di Sumbar pun, dari informasi Terminal Pertamina Teluk Kabung mencukupi. Baik itu solar, pertamax dan pertalite secara nasional mencukupi untuk 23 hari.

Pertamina sudah mengantisipasi untuk adanya permintaan menjelang Lebaran nanti. Apalagi PPKM kan Sudah longgar dan masyarakat mudik lebih banyak ke Sumbar.

“Kami sudah mengantisipasi itu dan stok sudah disiapkan. Jadi beberapa SPBU di jalur mudik dan jalur logistik akan dibuka 24 jam. Ada posko-posko Lebaran dipersiapkan, tidak hanya untuk pelayanan BBM tapi juga untuk pelayanan elpiji 3 Kg maupun elpiji non PSO (non subsidi). Lebaran kali ini hampir sama dengan 2019,” sebutnya.

Alfian juga mendapatkan info langsung di lapangan, masyarakat Sumbar lebih menyukai pertamax dibandingkan pertalite. Mungkin karena pertamax kualitasnya lebih bagus daripada Pertalite.

“Saya lihat peminatnya masih banyak. Jadi, saat ini meskipun harga Pertamax sudah dinaikkan sekitar Rp3.500 tapi masyarakat Sumbar tetap memilih pertamax. Karena tadi saya tanya mereka tahu dari media, harusnya secara ekonomi pertamax itu harganya berapa, mereka tahu. Jadi, untuk lebih efisien dan irit karena kualitasnya lebih bagus tadi kami lihat warga lebih memilih pertamax,” katanya. (*adr)