BKSTI Sumatera 2 Gelar Seminar & Workshop Kurikulum bagi Dosen Teknik Industri

oleh -163 views
Yuk ramaikan Seminar Nasional dan Workshop Kurikulum 10 Desember 2022 di Hotel Bumi Minang. (cdr)

Padang –Badan Kerjasama Penyelenggara Pendidikan Tinggi Teknik Industri (BKSTI) didirikan pada tanggal 9 Juli 1996 di Aula Barat ITB.

Pertemuan perdana ini dihadiri oleh perwakilan lebih dari 100 perguruan tinggi di Indonesia. Tujuan pendirian BKSTI adalah untuk memantapkan dan meningkatkan mutu, serta relevansi pendidikan tinggi Teknik Industri di Indonesia.

BKSTI juga berperan dalam menampung dan mencari penyelesaian permasalahan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi Teknik Industri, serta mengakomodasi kerjasama antar anggota BKSTI dalam kegiatan pertukaran informasi dan penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Selain itu, BKSTI juga menjadi mitra Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan stakeholder lainnya dalam bidang pendidikan tinggi Teknik Industri di Indonesia.

Kedepan, BKSTI berharap dapat merangkul lebih banyak perguruan tinggi di Indonesia agar dapat memberikan lebih banyak manfaat bagi kemajuan bangsa. Pada periode 2020-2023 ini, roda organisasi BKSTI dijalankan oleh Badan Pengurus dari berbagai pendidikan tinggi Teknik Industri di Indonesia, dengan Ketua Umum Bertha Maya Sopha, S.T., M.Sc., Ph.D.

Beberapa program kerja pun telah dicanangkan dan akan diselenggarakan secara bertahap untuk mencapai tujuan awal pendirian BKSTI.

Untuk berkontribusi aktif dalam setiap program kerja BKSTI, program studi Teknik Industri dan serumpun, baik dalam jenjang diploma, sarjana, magister, maupun doktoral, dapat bergabung menjadi bagian dari keanggotaan BKSTI.

Dr. Candrianto (Dosen Politeknik ATI Padang), selaku Koordinator Kehumasan BKSTI Wilayah Sumatera 2 menyampaikan BKSTI akan menggelar Seminar Nasional & Workshop Kurikulum bagi Dosen Teknik Industri Wilayah Sumatera 2.

“Ya kita siap gelar Seminar Nasional dan Workshop Kurikulum bagi dosen,” ujar Candrianto didampingi  Irmayani, MT (Dosen Universitas Eka Sakti Padang).

Irmayani selaku Ketua Pelaksana Seminar Nasional dan Workshop Kurikulum memaparkan bahwa kegiatan ini mengusung tema “Pendidikan Teknik Industri di Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiquity) : Peluang dan Tantangan”.

Kegiatan seminar digekar 10 Desember 2022 yang menjadi  Keynote Speaker adalah Prof.Dr.Rika Ampuh Hadiguna (Guru Besar Teknik Industri Univeristas Andalas Padang) dan Fauzan Diaz, ST (Deputy General Manager Divisi Body-Sunter Assembly Plant, PT. Astra Dhaihatsu Motor) di moderatori Dr. Candrianto, ST.M.Pd (Dosen Politeknik ATI Padang).

Untuk kegiatan Workshop Kurikulum akan menghadirkan narasumber seperti Dr. Suprayogi (Dosen Teknik Industri ITB Bandung), Jonrinaldi, Ph.D, Feri Afrinaldi, Ph.D, Dr. Eng Lusi Susanti, Dr. Eng Ardhian Agung Yulianto (Dosen Teknik Industri Universitas Andalas Padang) dan Ardiyanto, Ph.D (Dosen Teknik Industri Universitas Gajahmada).

Kegiatan workshop dilaksanakan paralel untuk Menyusun RPS mata kuliah Simulasi Sistem, Permodelan Sistem, Riset Operasi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Analitiik Data dan Ergonomika. Peserta yang Sudha mendaftar sebanyak 70 orang dan ditaerget mencapai 100 orang.

“Ingat sna ayo ikut kegiatan penting ini, pelaksanaan kegiatan ini pada hari Sabtu, tanggal 10 Desember 2022 di Hotel Bumi Minang Padang,” ujar Candrianto.

Jondrinaldi, Ph.D (Dosen Teknik Industri Universitas Andalas Padang) selaku Ketua BKSTI Koordinatoriat Wilayah Sumatera 2 menambaahkan bahwa kegiatan Seminar Nasional & Workshop Kurikulum akan dihadiri seluruh dosen Teknik industri yang berada di politeknik, sekolah tinggi dan universitas wilayah Sumatera 2 meliputi Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu dan Lampung.

Jonrinaldi menambahkan bahwa Perguruan Tinggi untuk Prodi teknik Industri di provinsi Sumatera Barat berjumlah 7 buah perguruan tinggi baik negeri & swasta (Politeknik ATI Padang, Universitas Andalas, Univ. Eka Sakti, STTIND, Univ. Bung Hatta, Univ. Putra Indonesia dan Univseritas Adzkia), provinsi Riau sebanyak 6 buah perguruan tinggi (Univ. Muhammadiyah, Univ. Pahlawan Tuangku Tanbusai, Univ. Islam Indragiri, Univ. Islam Negeri Sulthan Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan, Sekolah Tinggi Teknologi Dumai), provinsi Kepulauan Riau sebanyak 6 buah perguruan tinggi (Univ. Riau Kepulauan, Univ. Putera Batam, Univ. Universal, Univ. Ibnu Sina, Institut Teknologi Batam dan Sekolah Tinggi Teknik Ibnu Sina), provinsi Jambi sebanyak 1 buah perguruan tinggi (Sekolah Tinggi Teknologi Nasional), provinsi Sumatera Selatan sebanyak 5 buah perguruan tinggi (Univ. Katholik Musi Charitas, Univ, Tridinanti, Univ. Muhammadiyah, Univ. Bina Darma dan Sekolah Tinggi Teknik Musi), provinsi Lampung sebanyak 5 buah perguruan tinggi (Univ. Malahayati, Univ. Tulang Bawang, Univ. Megou Tulang Bawang, Sekolah Tinggi Teknologi Nusantara dna Institut teknologi Sumatera) dan provinsi Lampung sebanyak 1 buah perguruan Tinggi (Universitas Dehasen Bengkulu).

“Mari kita ramaikan kegiatan ini karena sangat bermanfaat bagi dosen khususnya Teknik Industri,” ujar Jonrinaldi.(cdr)