BUMNag Bersama Sepakat Mandiri Perdana Terbentuk di Agam

oleh -302 views
BUMNag Bersama Sepakat Mandiri Ampek Angkek terbentuk,.menjadi perdana di Kabupaten Agam. (foto: dok)

Agam,—Lewat penyamaan persepsi yang alot, tapi dilandasi semangat kebersamaan untuk majukan nagari, akhirnya, Selasa 19/2 melalui Musyawarah Antar Nagari Pembentukan Badan Usaha Milik Nagari Bersama Kecamatan Ampek Angkek.

Musyawarah difasiltasi Ketua Badan Kerjasama Antar Nagari (BKAN) Ampek Angkek Zulhendra, Camat Ampek Angkek Hidayatul Taufid dan Kadis DPMN Agam diwakili oleh Kabag Perekonomian serta dihadiri utusan nagari sebagai perwakilan masyarakat, seperti walinagari, Bamus, KAN dan tokoh perempuan dan Pengelola BUMNag ditingkat Nagari.

“Seluruh peserta Musyawarah menyepakati membentuk BUMNag Bersama Sepakat Mandiri Kecamatan Ampek Angkek,”ujar Zulhemdra kepada media ini, Rabu 20/2.

Peserta musyawarah juga sepakat menunjuk tiga orang jajaran Direksi Pengelola yaitu Hanapia, Elfi Yeni Ariyanti dan Rahmad Ridwan.

“BUMNag Bersama ini menjadi wadah bagi masyarakat dan stakeholder pemangku kepentingan se-Ampek Angkek memaksimalkan berbagai potensi lokal karya anak nagari, maupun berbagai potensi alam yang bisa dimaksimalkan sebagai sumber pemicu hidupnya roda perekonomian masyarakat,”ujar Tokoh Penggerak Kemajuan Desa di Indonesia, sekaligus¬† Staf Khusus Mendes PDTT, H Febby Dt Bangso yang menyatakan kesiapannya memfasilitasi BUMNag Bersama ini.

Ketua Forum.BUMDes Indonesia Febby Dt Bangso

“Saya sangat siap sekali untuk memfasilitasi terkait bantuan penguatan modal dan peningkatan kapasitas dari Kementrian Desa, buat daerah lain kita bantu, masak untuk kampung sendiri tidak,”ujar Febby yang juga Ketua Forum.BUMDes Indonesia.

Sedangkan tokoh muda Sumbar sekaligus Koordinator Konsultan Program Inovasi Desa Sumbar, Tan Rajo Khairil Anwar mengatakan Badan Usaha Milik Nagari Bersama merupakan salah satu program prioritas dan kebijakan strategis Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia yang mendorong Dana Desa dimanfaatkan untuk program Pemberdayaan Masyarakat Desa.

“Ini untuk memicu desa atau nagari disebut di Sumbar, memiliki daya saing Ekonomi berbasiskan kearifan local dan kemandirian masyarakat dalam berbagai sector kehidupan,”ujar Tan Rajo.

Resmi terbentuk BUMNag Bersama ini, kata Tan Rajo adalah tinta emas. “Ini adalahBadan Usaha Milik Nagari Bersama yang pertama dibentuk di Kabupaten Agam,”ujarnya.

Selain itu sangat sejalan dengan Amanat Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014 bahwa Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) merupakan badan Usaha yang bercirikan Desa dan dibentuk secara kolektif oleh Pemerintah Desa dan Masyarakat Desa mendayagunakan segala potensi ekonomi, serta potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa.

Sebagaimana diketahaui Kecamatan Ampek Angkek termasuk salah satu kawasan yang cukup pesat pertumbuhan ekonominya di bidang Industri Konveksi, Pertanian, dan perdagangan serta perlintasan strategis berbagai destinasi wisata sehingga sangat potensial untuk memasarkan berbagai produk lokal dengan nilai jual yang lebih baik.

Badan Usaha Milik Nagari Bersama adalah salah satu wadah yang sangat strategis untuk mengambil peran itu yang akan menjadi motor penggerak untuk mengintegrasikan berbagai potensi sekaligus menggaet berbagai supplay dana dari Kementerian yang bisa dikelola berdasarkan penggalian potensi local yang ada.

Dari wacana yang berkembang gambaran rencana bisnis yang akan dijalankan oleh Badan Usaha Milik Nagari Bersama Kec. Ampek Angkek adalah Penguatan Permodalan, Menyiapkan Sentral Market Bagi Pelaku UMKM, BANK Sampah, dan Ekowisata yang bermuatan nilai Budaya Lokal.

Semua rencana ini akan sangat membutuhkan dukungan dan support dari berbagai pihak mulai dari masyarakat dan Pemerintahan Nagari maupun Pemerintahan Kabupaten melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) Kab. Agam Teddy Marta, S.STP dan Tenaga Ahli P3MD Kementerian Desa. Apalagi memang sejak awal gagasan pembentukan BUMNag Bersama ini didukung dan didorong sepenuhnya oleh Ketua Forum Badan Usaha Milik Desa ( BUM Desa) sekaligus Staf Khusus Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia H. Febby Dt Bangso.

Dalam waktu dekat jajaran Direksi BUMNag Bersama Sepakat Mandiri akan mengundang berbagai pihak yang memiliki keterkaitan dan kapasitas untuk penyiapan Master Plan dan Bisnis Plan demi terukurnya sebuah perencanaan, pelaksanaan maupun target yang akan dicapai.(rilis)