BUMNag Bukik Sakumpoa Tampung Produk Masyarakat

oleh
Direktur BUMNag, wali nagari dan camat foto bersama di stand pada BUMDes Expo di Bengkulu (foto: dok)

Catatan Expo BUMDes di Bengkulu 

Provinsi Bengkulu menjadi tuan rumah Expo BUMDes dan Festival BUMDes Bersama, pekan lalu. Sejumlah BUMDes termasuk BUMNag dari Sumbar hadir di sana.

Tak hanya menggelar pameran produk, tetapi hajatan tersebut juga membentang pertemuan, silaturrahmi dan ajang berbagi sesama pengelola BUMDes.

Sumatera Barat mengirimkan tiga Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) untuk tampil disana. Apa saja kiprah dan produk yang dipamerkan di sana? Inilah kiprahnya dikutip dari  Harian Umum Rakyat Sumbar yang menurunkan tulisan berseri.

Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Bukik Sakumpoa, Nagari Pasie Laweh Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar terus berlari. Kerja keras. BUMNag ini patut diapresiasi.

BUMNag yang mulai mendapat tempat di Kementerian Desa dan PDTT. Hal ini ditandai dengan ditunjuknya BUMNag ini berpameran di BUMDes Expo yang digelar Kemendes di Sport Center Pantai Panjang Bengkulu. Bumnag Pasie Laweh memamerkan bed cover dan baju kurung bordir hasil kerajinan warga Nagari Pasie Laweh.

Selain usaha kerajinan tersebut, BUMNag Bukik Sakumpoa, Nagari Pasie Laweh memiliki toko pupuk, semen, bahan bangunan. BUMNag ini juga menjadi mitra BRI Link yang melayani transaksi pembayaran listrik, penjualan pulsa HP, pulsa listrik dan lain-lain, dan juga diberi kepercayaan mengelola Pasar Nagari.

‘’BUMNag kami sudah berjalan selama dua tahun. Alhamdulillah, terus menunjukkan kemajuan yang berarti,’’ ujar Direktur BUMNag, Bulkaini, MM.

Bulkaini menegaskan, dari usaha yang dikelola BUMNag selama 10 bulan di tahun 2018, ia perkirakan mendapat keuntungan sekitar Rp 200 juta.

“Dari toko pupuk ada keuntungan sekitar 17 juta/bulan. BRI Link sekitar Rp 800 ribu. Penjualan pulsa Rp 500 ribu. Penjualan pulsa listrik sekitar Rp 200.000. toko semen sekitar 10 juta dan pendapatan dari usaha lainnya. Kami optimis, akhir tahun ini kami bisa membukukan laba sekitar Rp 250 juta,’’ ujarnya didampingi Sekretaris BUMNag.

Wali Nagari (Kepala Desa-red) Pasie Laweh, Muchtar Kiman menyatakan, Bumnag Bukik Sakumpoa direncanakan sejak 2016. Lalu resmi berdiri di tahun 2017 melalui musyawarah nagari, yang kemudian ditetapkan dengan Peraturan Nagari No 4 tahun 2017.

Pada tahun 2017, disalurkan dana desa sebesar Rp 100 juta sebagai modal usaha Bumnag. Ditahun 2018, dapat tambahan modal dari Dana Desa Rp 140 juta.

‘’Alhamdulillah, BUMNag sudah berdiri eksis. Selain menguntungkan, BUMNag juga membantu ekonomi warga nagari. Usaha kerajianan warga yakni pembuatan bed cover dan bordir warga ditampung BUMNag dan dijual ke Bukittinggi,’’ ujarnya.

Camat Sungai Tarab, Drs. Riswandi mengaku bersyukur adanya BUMNag di setiap nagari dalam wilayah kerjanya.

“BUMNag ini sangat baik untuk membangun ekonomi di sebuah nagari. Usaha ini bisa mendukung ekonomi masyarakat dan membuka lapangan kerja. Selain itu, pasar nagari yang dikelola Bumnag juga berkembang dengan baik. Ibu-ibu juga mampu mendapatkan tambahan penghasilan dengan menjahit dan membordir,’’ tuturnya sambil tersenyum manis.

Ketua Umum Forum BUMDes Indonesia H. Febby Datuk Bangso  juga Staff Khusus Mentri Desa PDTT mengatakan, Expo BUMDes dan Festival BUMDes Bersama merupakan ajang pertemuan, silaturrahmi dan sarana untuk berbagi pengalaman sesama pengelola Bumdes agar bisa mengembangkan diri menjadi lebih baik, menghasilkan produk yang benar-benar dibutuhkan, dan dapat memberikan kontribusi dalam bentuk sosial benefit kepada masyarakat.

“BUMDes tidak serta-merta mengejar keuntungan dalam bentuk profit oriented, tetapi lebih diutamakan bagaimana bisa memberdayakan dan memberikan keuntungan nyata terhadap masyarakat dan lingkungan dimana Bumdes tersebut berada,” kata tokoh muda asal Sumatera Barat yang akrab disapa Datuk Febby tersebut. Catatan-2 (kutip: harian-rasum)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *