Caketum IKA Unand, Suharman Noerman: Jadi Ketum Harus Punya Visi Yang Kokoh 

oleh -126 views
Suherman Noerman Caketum Unand. lobi jelang Pleno 4 sah-sah saja. Semangat tetap Kito Unand, Jumat 6/8-2021. (foto: dok)

Padang — Kongres IKA Unand VI pleno 4 tentang pemilihan ketua umum, Sabtu 7 Agustus pagi digelar secara hybrid. (luring dan daring) diikuti 37 pemilik suara dari DPP, DPD dan DPC IKA Unand, DPP IKA Fakultas, enam Calon Ketua Umum akan berebut suara tersebut.

Sejak 24 Juli 2021 Kongres VI IKA Unand dibuka dan berjalan sampau pleno 3, para MC (master campaign) atau koordinator tim sukses dari para Caketum (calon ketua umum) tengah gencar-gencar-nya melakukan lobi-lobi formasi manis yang d tawarkan calon masing-masing.

Bahkan ada pula para tim sukses masing-masing saling klaim telah mendapat dukungan yang paling banyak dengan terus terang melakukan lobi untuk ikut bergabung dalam gerbong mereka.

Caketum IKA Unand Suharman Noerman dihubungi media menanggapi hal tentang lobi-lobi dari tim sukses merupakan hal yang biasa saja dan lumrah.

“Itu hal yang lumrah dalam sebuah konstestasi demokrasi empat tahunan sekali di organisasi manapun termasuk di IKA Unand,” ujar Suharman Noerman yang juga Ketua Umum dari IKA FATERNA dan Sustainability & CSR expert.

Suharman Noerman selakj Caketum dan pemilik suara di Kongres VI IKA Unand atu turut memberikan masukan dengan se objektif mungkin, menggelitik para calon nakhoda (Caketum) yang betul-betul ingin mengabdi di IKA Unand dalam posisi puncak.

Suharman Noerman mengaku turut mendorong para calon Nakhoda IKA Unand yang bisa sukses, untuk menata sikap, fikir dan budaya kerja, tak lebih hanya ingin memajukan organisasi IKA UNAND.

“Inklusif dalam nilai ke-Unand-an (‘I am Unand’ as inclusiveness values) mendorong ketua unum tepilih sebagai produk demokrasi yang sukses harus bisa memiliki value inklusif yang kuat secara personal, menanggalkan ego fakultas, warna-warna lain, dan cair dalam satu warna ‘kito unand’,” ujar Suherman Noerman satu hari palu pleno 4 dibuka.

Suhermen Noerman tegas mengatakan ayo Caketum mari tanggalkan baju partai jika anda sebagai aktivis partai politik, tanggalkan baju warna-warna yang masih ada.

“Ikut  dan bekerja lah dengan semangat kito satu Unand, agar buah demokrasi berbuah manis dan solid dalam guyub alumni,” ujar Suherman Noerman dikenal sebagai aktofos internasional.

Dia meminta kepada para calon lain dalam kongres nanti betul-betul telah menyiapkan Visi Misi yang terukur (Measurable mission statement) serta menyiapkan turunan visi misi yang jelas sejelas jelasnya dan bertanggung jawab.

“Seorang Calon Nakhoda tentu sudah memiliki visi yang kokoh secara terukur tentunya dengan sikap amanah pula,” ujarnya.

Suharman Noerman mengatakan, jika tugas nakhoda adalah menyusun program dan indikator keberhasilannya merujuk kebutuhan stakehoders.

Dijelaskan Noerman, visi misi harus jelas dengan tujuan baik jangka pendek, menengah dan panjang, dengan indikator capaian terukur, sebab itu penting agar organisasi nantinya dapat memberi manfaat kemajuan terhadap stakeholders internal maupun eksternal, dalam arah yang jelas.

“Program kerja memiliki aspek input ,proses, output /outcome, indikator capaiannya serta aspek pembiayaannya secara effisien, semua itu kita sebut dengan kerangka berfikir logis sebuah program (logical framework of program),” jelasnya.

Dalam Kerangka logis program kata Noerman, akan memudahkan nakhoda menemukan skla prioritas dalam dimensi waktu yang mendesak untuk dilaksakan.

Jika nanti terpilih Noerman akan menetapkan skala prioritas & quickwin program yang kredibel dengan tim kerja nya berbasis ranking atau skoring sederhana merujuk kebutuhan stakeholder internal dan ekternal yang mendesak.

Dikatakan, skoring dan akan membantunya untuk melaksanakan program yang memiliki bobot besar dalam pendekatan terkait sumber daya manusia (human capital), sumberdaya program (resources), kemampuan Kelola (management), serta kebutuhan keuangan dan sumber-sumbernya (finance and source).

Quickwin program adalah merupakan sebuah program yang dapat dilaksanakan secara cepat yang menjadi harapan utama semua pihak yang bekepentingan (stakeholders), karena program tersebut dirasa sebagai suatu kebutuhan mendesak, dalam menyelesaikan permasalahan.

Setting satu taskforce collegial and ad-hoc team.

Menetapkan gugus tugas (taskforce), merujuk skala prioritas program dan item quickwin-nya, maka seorang nakhoda akan merancang sebuah tim secara kolegeal multi disiplin dan multi. (rilis)