Catatan Akhir Tahun GEMPITA Sumbar

oleh
Nurkhali SH

Oleh:                                                        Nurkhalis Kanti

BEBERAPA jam jelang berganti tahun 2018 ke 2019, Kordinator Wilayah Gempita Sumbar, sekaligus Calon DPD RI Nurkhalis Kanti menyampaikan catatan akhir tajun Gempita Sumbar kepada media ini.

Capaian program gempita Sumatera Barat dengan anggota mencapau puluhan ribu petani muda pada 2018, yaitu

1. Kita sudah punya kurang lebih 3.800Ha lahan kebun jagung di 11 daerah kabupaten di Sumbar dan ada sekitar lebih 30rb Ha yg belum di garap lahan tidur yang sudah ada SK CPCL Jagung.iL Ini terkendala biaya land clearing serta modal buat mengolah lahan..

2. Di Kabupaten Pasaman, Gempita bersama pemerintah kabupaten UPT Kehutanan Pasaman,  sudah selesai meeping potensi lahan untuk perkebunan serai wangi ada lahan sekitar 41ribu Ha tersebar di Kabupaten Pasaman.

Sekarang petani serai baru mampu bertanam di sekitar 1500Ha serai wangi, hadirnya Pemkab Pasaman target tahun depan kita sudah bisa bertanam serai wangi di posisi 15 ribu Ha di Pasaman.

3. Di Kabupaten Solok Gempita sudah masuk ke program bawang putih dan kentang, semoga Solok juga bisa menjadi central bawang putih Sumatera.

Dan di hampir seluruh kabupaten di Sumbar petani muda binaan Gempita  juga bertanam tanaman tua, seperti durian, salak, alpokat, jengkol, petai, sukun. juga ada tanam pisang kepok.

4. Secara target dari modernisasi pertanian khusus di program, kita sudah memiliki puluhan traktor roda 4 dan roda 2 , alat tanam dan juga mesin panen jagung dan padi.

Pada 2019 besok, ada tantangan bagi kaum tani muda binaan Gempita Sumbar yakni soal permodalan.

Ini masalah klasik tapi utama bagi pemuda tani, semoga kedepan pemerintah terutama perbankan ada program khusus peminjaman kredit petani jagung.

Selain itu juga keterbatasan peralatan Alsintan yang terus kita perjuangkan Menteri Pertanian lewat Gempita Pusat.

Tantangan lain, yakn keluahan petani muda khusus program jagung yakni soal bibit.

Karena bibit dari Litbang yang di bantu pemerintah belum bisa hasilkan panen maksimal danada beberapa yang gagal panen.

Padahal semangat pemuda tani Sumbar setiap hari terus semakin besar ini terlihat dari banyaknya pemuda yang bangga menjadi petani modern.

“Perjuangan ini terus kita gelorakan kepada seluruh pemuda di Sumbar mari bersama mengisi pembangunan bangsa kita melalui pertanian”

(anlisa)