Catatan Sejarah Pemenang Pilkada Sumbar

oleh -131 views
Tahapan Pilkada Sumbar 2020 terbaru!!! (sumber: desain by kpusb)

Oleh: Novrianto

SEJARAH mesti menjadi pijakan melangkah kekinian dan kedepan.
Apalagi politik dan sejarah kemenangan di Pilkada Sumbar.

‘Ciloteh Kadai Kopi’ pagi ini layak  disimak,  Pilkada langsung Sumbar sejak 2005 hingga 2015 terakhir memang banyak mendapatkan bulir pengalaman terhadap fakta dari sejarah menang pasangan calon.

Tujuan  berciloteh hanya mereview dan menjadi gambaran bagi siapa saja yang ikut konstetasi pesta demokrasi Sumbar memilih pemimpin pada Pilkada 9 Desember 2020.

Paslon dukungan Parpol kecil selalu menang dibandingkan Paslon didukung Parpol bamyak atau besar.

Adalah Gamawan Fauzi-Marlis Rahman yang diusung oleh PBB-PDI Perjuangan di Pilkada 2005. Lalu Irwan Prayitno-Muslim Kasim pada Pilkada Sumbar 2010 disung PKS-Hanura.

Terus berlanjut pada Pilkada 2015, Irwan Prayitno-Nasrul Abit dijagokan PKS-Partai Gerindra.

Sejarah pemenang Pilkada Sumbar juga mencatat soal usia Cagub dan Cawagub, ternyata usia Cagub lebih muda ketimbang Cawagubnya memenangi Pilkada, Gamawan lebih muda dari Marlis Rahman. Irwan Prayitno lebih muda dari Muslim Kasim atau Nasrul Abit.

Terus sejarah Pilkada ternyata tidak mementingkan demographi politik daerah pemilihan di Sumbar. Ini diterabas ketika Irwan Prayitno asli Padang dengan Nasrul Abit asli Pesisir Selatan jika dipetakan daerah pemilihannya sama sama masuk daerah pemilihan Sumbar I DPR RI pada Pemilu legislatif.

Nah, jelang penetapan Paslon usungan Parpol tentu ini bisa menjadi referensi ketika Cagub memilih Cawagubnya.

Memang saat ini sudah muncul Paslon Fakhrizal-Genius Umar, Nasrul Abit-Indra Catri dan Faldo Maldini-Febby Dt Bangso, pun bersiap Paslon Mulyadi-Ali Mukhni atau Shadiq Pasadique serta Pason Mahyeldi-Audy.

Dari banyak Paslon yang muncul untuk mendekati sejarah kemenangan Paslon di Pilkada Sumbar ternyata untuk faktor usia kayaknya Mulyadi-Ali Mukhni/Shadoq Pasadigue.
Terus untuk kebesaran Parpol pengusung pada Pilkada 2020 tampaknya sebaran merata.

Tidak ada Paslon didukung pleh koalisi raksasa dan tak ada pula Paslon didukung koalisi kancil.

Sementara untuk Dapil (daerah pemilihan, red) tak menjadi patokan kemenangan, ternyata Mulyadi-Ali Mukhni sama Dapil Sumbar II dan Mahyeldi-Audy sama Dapil Sumbar I mendekati hal ini.

Terus bagaimana Paslon perseorangan, yang pasti Paslon perseorangan Fakhrizal-Genius Umar jika lolos verifikasi faktual KPU, maka ini perdana di Sumbar ditilik dari Dapil maka Fakhrizal-Genius sama asalnya yakni Dapil Sumbar II.

Teruji atau tidak, ramah atau tidak pemilih Sumbar kepada Paslon perseorangan, masih perlu pengujian. Pastinya kaum independen itu lebih banyak ketimbang pemilih kader partai di setiap pesta demokrasi.

Terus kalau dikupas sejarah latar belakang kandidat maka dari sejarah tiga kali Pilkada pemilihan langsung di Sumbar ternyata Wagub maju jadi Cawagub belum pernah beruntung memenangi Pilkada, baik Marlis Rahman maupun Muslim Kasim. Meski Marlis Rahman saat maju adalah Gubernur Sumbar PAW Gamawan yang ditunjuk Presiden SBY sebagai Mendagri pada 2009 lalu.

Ini cuman sejarah loh, tidak ilmu pasti, sekarang kembali kepada Paslon yang maju ke kancah Pilkada Sumbar, apakah terkungkung oleh kawat sejarah tadi, atau menjadi pembuat sejarah baru Pilkada Gubernur Sumbar, ayo sama kita lihat ujung dari Pilkada 2020. (analisa)