Cawagubnya Mahyeldi, Audy Joinaldy Fokus pada Tiga Isu Ekonomi Sumbar

oleh -216 views
Audy siap luar dalam bersinergis dengan siapa saja untuk memajukan Sumbar. (foto: dok)

Padang,—-Pengusaha peternakan dan pertambangan sukses di Sulawesi dan Kalimantan berkampung halaman di kota Solok, Dr(cand). Ir. Audy Joinaldy, S.Pt, M.Sc, M.M, IPM, ASEAN.Eng, santer mendampingi Mahyeldi Ansyarullah di Pilkada Gubernur Sumbar tahun ini.

Audy sudah berketetapan hati maju menjadi calon wakil gubernur Sumbar dengan mengusung tiga program ekonomi rasional. Apa itu? Inilah dia:

Pertama, dalam bidang peternakan Chairman Perkasa dan Lintas Agro Grup ini, akan membangun program peternakan yang berbasis kerakyatan yang ditopang oleh industri.

“Mustahil sektor peternakan berkembang tanpa didukung oleh industrinya. Makanya nanti saya akan undang para investor mengembangkan industri peternakan di Sumbar,” kata Audy dalam satu diskusi dengan wartawan dan pimpinan media Sumbar di Padang, awal pekan lalu.

Salah satu sektor peternakan yang menjadi prioritas Audy adalah peternakan ayam. Dia berjanji akan membangun peternakan ayam yang kuat mulai dari industri broiler dan pakan ayam.

“Saya targetkan industri peternakan ayam di Sumbar akan mengusai pasar nasional dan ekspor. Sebab potensinya cukup besar di Sumbar tetapi tidak tergarap dengan maksimal, ” paparnya.

Sektor kedua, adalah pertanian. Sebagai sektor paling besar di Sumbar Audy bertekad mengembangkan sektor pertanian menjadi andalan Sumbar dalam menciptakan perolehan devisa ekspor.

Ketiga, Audy akan menggenjot sektor pariwisata sebagai pintu masuk pengembangan sektor andalan lain. Meski kurang memiliki ilmu di bidang pariwisata tetapi Audy yakin dapat menemukan orang yang tepat membantu dirinya menggenjot sektor pariwisata Sumbar.

Audy Joinaldy dalam kesempatan itu mengakui dirinya terpanggil pulang kampung ke Sumbar setelah berhasil membangun bisnis peternakan di kawasan Indonesia Timur.

Ayahnya Joe Kahar, seorang pengusaha sukses dan kini menjadi Ketum Saudagar Minang Raya yang digagas mantan Wapres Jusuf Kalla, meminta Audy segera pulang kampung untuk membantu pemerintah daerah membangun Sumbar.

“Bila perlu kamu mati di kampung halaman. Sebab kampung sudah membutuhkan waktu, pikiran dan ilmu kamu. Dan kamu sudah buktikan mampu melakukan itu di daerah lain,” Audy menjelaskan latarbelakang kepulangannya ke kampung halaman melalui proses Pilgub Sumbar.

Audy mengakui bahwa untuk mengembangkan program ekonomi daerah, salah satunya memang harus didukung oleh political will dari pemerintah daerah.

Dijelaskan Audy, bisnisnya berhasil di Sulawesi dan Kalimantan karena didukung gubernur setempat. Tanpa ada dukungan itu mustahil program ekonomi kerakyatan itu akan berhasil.

Oleh sebab itu, katanya, keluarga dan sahabatnya menyarankan ikut maju dalam pencalonan gubernur dan wakil gubernur Sumbar. Jika nanti terpilih, maka akan gampang mendorong ke tiga sektor ekonomi tadi menjadi berkembang.

Audy mengakui tipologi masyarakat Sumbar memang amat berbeda dengan kawasan Indonesia Timur, namun dia yakin akan mendapatkan pola SDM yang pas untuk mendukung kegiatan ekonomi Sumbar.

Menanggapi pertanyaan wartawan, Audy mengakui bahwa proses politiknya di Pilkada diawali dengan diskusi dengan Calon Gubernur Mahyeldi Ansharullah setahun lalu di pabriknya di Sulawesi.

Pertemuan itu kemudian diartikan sebagai kesepakatan dirinya menjadi wakil Mahyeldi pada Pilgub Sumbar. Soal itu Audy tak menapikannya. Tetapi sesuai dengan sifat politik yang cair, maka Audy juga akan melihat peluang dirinya maju sebagai calon gubernur juga.

“Kita memiliki banyak peluang secara politik. Kedekatan hubungan saya dengan Buya Mahyeldi ya bisa dianggap saya akan menjadi wakil beliau. Tetapi saya ingin juga melihat peluang maju sebagai cagub. Seperti apa hasilnya kita lihat nanti dulu,” pungkas lelaki kelahiran 1983 ini.

Terkahir, Paslon Mahyeldy-Audy semakin terang benderang setelah keduanya.diundang dan bertemu Tim Desk Pilkada PPP.

Dari catatan, 10 kursi PKS ditambah tiga kursi PPP di DPRD Sumbar, maka itu sudah jaminan mengusung Paslon pada Pilkadagub Sumbar 2020. (ms/hic/ald)