Dana Desa Dikelola dengan SDM Baik di Nagari Bahagia Padang Gelugur

oleh
Febby Dt Bangso yakin banyak multi efect dari dana desa atau nagari dikelola dengan managemen SDM yang baik. (foto: dok)

Pasaman,—Ketua Forum BUMDes Indonesia Febby  Dt Bangso Nan Putiah, yang juga Staf Ahli Menteri Desa mengatakan,  sumber daya manusia (SDM) diperlukan manajemen baik untuk membangun desa. Sehingga masyarakat mampu memaksimalkan setiap potensi  yang ada di daerah atau nagari tersebut.

“Desa atau nagari itu tidak hanya membutuhkan uang,  akan tetapi membutuhkan manajemen Sumber Daya Manusia (SDM). Dan ini sangatlah  penting  untuk dimiliki masyarakat untuk mengelola potensi yang ada,”ujar Febby dikutip di Posmetro Padang terbit Selasa 13/6.

Untuk itu kata Febby,  agar pengelolaan dana desa tersebut tepat sasaran sesuai dengan target  pembangunan yang akan dilakukan di setiap nagari,  langkah pertama yang mesti dilakukan itu adalah melakukan  pembenahan terhadap  sumber daya manusianya. Jika SDM dapat berkembang dengan baik,  maka nagari pun akan bisa makmur dan sejahtera.

“Seperti Nagari Padang Gelugur, Pasaman, saat ini sedang mulai fokus dalam hal pengelolaan SDM.  Memang keberhasilan Nagari (Desa adat) Bahagia Padang Gelugur  saat ini sudah mulai terlihat dengan sejumlah pembangunan-pembangunan yang dianggarkan dari dana desa/nagari,”ujar Febby

Meski baru dua tahun nagari memekarkan diri dari nagari induk yakni Nagari Padang Gelugur, Kecamatan Padang Gelugur Pasaman, sudah banyak manfaat yang positif yang dirasakan masyarakat di Nagari Bahagia.

Mulai dari pembangunan jalan usaha tani untuk menunjang kesejahteraan masyarakat di nagari itu dan juga pembangunan saluran limbah dan juga jalan menuju kepermukiman warga.
Dana nagari sangat besar manfaatnya dirasakan warga khususnya masyarakat Bahagia Padang gelugur selain pembangunan fisik juga berbagai macam kegiatan pemberdayaan telah diselenggarakan.

Hal itu dibenarkan oleh Wali Nagari Bahagia Padang Gelugur, Amri Pasaribu. Ia menjelaskan, manfaat dari dana desa/nagari saat ini bagi masyarakat nagari bahagia cukup besar dan sudah bisa dimanfaatkan masyarakat saat ini. Termasuk  pembangunan jalan usaha tani di beberapa titik.

Pada 2017 lalu, pihaknya menganggarkan beberapa pembangunan fisik dari dana desa/nagari. Seperti pembangunan jalan usaha tani Manjukki Tanjung Aro Selatan Nagari Bahagia.
Kata Amri, dulunya jalan usaha tani manjukki yang berada di Jorong Tanjung Aro Selatan, Nagari Bahagia Padang Gelugur sebelum dianggarkan dari dana desa kondisinya cukup parah dan sulit dilalui para petani,”ujarnya.

Apalagi saat mengangkut hasil panennya, warga selalu mengeluarkan dana yang cukup besar. Namun, setelah dibangunnya jalan tersebut otomatis beban para petani berkurang.
Selain jalan usaha tani Manjukki, pihaknya juga menganggarkan dana desa untuk pembangunan saluran limbah di Kampung Sinanoan Jorong Tanjung Aro Utara.

Selanjutnya pengecoran jalan gang Masjid Nurul Huda Sinanoan Tanjung Aro Utara. Pembangunan jalan usaha tani Kampung Pegang Lama dan terakhir pembangunan jalan pemukiman kampung pegang lama.

Selain fokus kepada pembangunan fisik pihaknya juga menganggarkan dana desa/nagari untuk pemberdayaan masyarakat.

Menurut Amri, pemberdayaan masyarakat/pelatihan-pelatihan sangat dibutuhkan oleh masyarakat itu sendiri karena majunya dan berkembangnya nagari itu sendiri ditentukan dan dipengaruhi oleh kualitas SDM.
Pada 2017 lalu, pihaknya telah berhasil menyelenggarkan berbagai pelatihan-pelatihan kepada masyarakat dan pembinaan-pembinaan kepada kelompok tani yang dianggarkan dari dana desa/nagari. Termasuk pelatihan menjahit, memasak, pelatihan salon, pelatihan pembuatan pupuk kompos bagi kelompok tani, pelatihan industri rumah tangga.

“Pada 2017 lalu, total dana desa/nagari yang diterima oleh Nagari Bahagia Padang Gelugur sebesar Rp912.6 56.900. Sementara pada tahun ini, terjadi pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat. Bukan saja di Nagari Bahagia, tapi seluruh nagari di Pasaman mengalami hal yang serupa,”ujar Amri.

Soal.pemangkasan dana desa tahun ini, Amri berharap terjadi penambahan karena kata Amri, Nagari Bahagia Padang Gelugur belum bisa dikatakan nagari yang mandiri.

“Artinya masih perlu dana yang tinggi untuk kemajuan dan meningkatkan SDM. Tahun 2018 ini pihaknya akan memfokuskan anggaran dana desa/nagari tersebut untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat. Sebab,  masyarakat di nagarinya saat sangat membutuhkan berbagai macam pelatihan-pelatihan, mengingat kemampuan warganya masih terbatas,” ujar Amri.

Mengingat kata Amri, anggaran dana desa tahun 2017 untuk fisik sudah dianggarkannya hampir 60 persen dari dana desa/nagari. Padahal kata dia, majunya suatu nagari tersebut ditentukan dari kualitas sumber daya manusianya.

Disamping itu pihaknya telah membentuk Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) dan sudah mulai eksis ditengah masyarakat mulai tahun 2017 lalu. Saat ini Bumnag Nagari Bahagia bergerak di bidang simpan pinjam, bantuan usaha kelompok ekonomi produktif.

Pada tahun 2018 ini, pemerintahan Nagari Bahagia melakukan penyertaan modalnya kepada BUMNag sebesar Rp400 juta. Di mana sebelumnya pada tahun 2017 lalu pihaknya hanya mampu menganggarkan untuk Bumnag sebesar Rp262 juta. Ini semua dilakukannya untuk menunjang kesejahteraan masyarakatnya sendiri.

Wali Nagari Bahagia Amri Pasaribu sangat mendukung adanya dana desa yang telah dianggarkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Desa.

“Programnya sangat bagus, jelas, dan sangat menyentuh pembangunan fisik di setiap desa/nagari di Indonesia khusunya di Pasaman, selain fisik juga di dukung dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Ke depannya tentu masyarakat kita akan mempunyai kecakapan dan kemampuan sendiri,” jelas Amri. (*dikutp dari posmetropadang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *