Dana Infak dan Sedekah Jemaah Gunanya untuk Pembangunan Masjid

oleh -54 views
Anggota DPRD Padang Masrul serahkan bantuan tom.safari ramadhan kepada ketua pengurus Masjid Al Quwait Saribulih, Sabtu.1/6 (foto: dok)

*Kas Masjid Al Quwait Selalu Minus*

Padang,—Pembangunan, memperancak masjid tidak pernah berhenti dilakukan siapa saja pengurusnya.

Karena Berapa pun dana yang ada, kata Ketua Pengurus Masjid Al Quwait akan selalu digunakan untuk pembangunan.

“Karena jama’ah berinfaq dan bersedekah niat mereka digunakan untuk pembangunan,”ujar Saribulih, keetua pengurus masjid yang beralamat di Kelurahan Banuaran Nan XX, Kecamatan Lubuk Bagaluang, Kota Padang, Sumatera Barat, saat menerima kedatangan Tim Safari Ramadhan DPRD Padang, Sabtu 1/6 malam.

Menurutnya, pengurus Masjid Al Quwait telah membuat perencanaan dan skala prioritas pembangunan. Baik untuk jangka pendek, menengah dan panjang.

“Sudah satu tahun pengurus periode ini berjalan. Alhamdulillah, kita sudah bikin perencanaan pembangunan dalam bentuk fisik, pendidikan anak-anak, keterampilan jamaah di bidang penanggulangan bencana,” ujarnya.

Saribulih menegaskan setiap ada uang terkumpul, langsung digunakan. Malahan ini sebagai pemancing agar jamaah lebih besar berinfak.

“Hal yang luar biasa, kas Masjid Al Quwait selalu minus, namun pembangunan tidak pernah berhenti. Semua itu, karena jama’ah selalu mensupport setiap pembangunan yang dilakukan,” ujar Saribulih, yang juga Ketua RT 04 RW 11 Kelurahan Banuaran ini.

Ketua Tim Safari Ramadhan DPRD Kota Padang, Masrul Rajo Intan mengaku cukup bangga dengan perencanaan pembangunan yang diusung pengurus Masjid Al Quwait. Dengan perencanaan, pembangunan akan berlangsung secara berkelanjutan.

“Banyak kita lihat, pembangunan Masjid yang yang tidak terencana. Hal ini berdampak bongkar pasang yang justru menimbulkan hal mubazir. Dengan perencanaan yang baik, maka pembangunan akan berkelanjutan,” ujar Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kota Padang ini.

Hal menarik bagi Masrul adalah kondisi keuangan masjid yang selalu minus karena selalu digunakan.

“Membangun dengan berutang bukanlah perkara mudah, karena ini ada unsur kepercayaan dari toko bangunan. Hal ini, tentu juga akan meningkatkan motivasi para jamaah untuk melunasinya,” ujarnya.

Masrul mengaku melihat sendiri, banyak masjid yang menyia-nyiakan infak jamaah. Hal ini terlihat dengan kas masjid tersebut yang mencapai puluhan malahan ratusan juta.

“Ini jelas tidak baik dan menandakan pengurus tidak mampu menjalankan amanah dengan baik. Kalau hanya sekedar ibadah rutin saja, pertanda keberadaan pengurus tidak maksimal. Namun, saya senang dengan pengurus Masjid ini,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Masrul juga menyerahkan bantuan sebanyak Rp 15 juta untuk pembangunan ruang belajar TPQ/TQA Masjid Al Quwait.

Pengurus masjid juga mendaulat Masrul untuk penyerahan trophy pada Tahfidz dan Tahfidzah terbaik dalam pesantren ramadhan 1440 H (relis: humas-alquwait)