Dana Tanggap Darurat Jangan Dibahas Juga Lagi, Corona Sudah Meruyak di Sumbar

oleh -175 views
Segera kucurkan dana tanggap darurat, HM Nurnas jangan dibahas lagi, Jumat 3/4 (foto: nov)

Padang,—-Sampai kemarin 13 orang sudah positif Covid-19 di Sumbar. Artinya wabah ini sudah makin meruyak di Sumbar.

Pemerintah Provinsi Sumbar kabarnya sudah menyiapkan anggaran tanggap darurat penanganan dan pencegahan Covid-19. Tapi apakah sudah siap dikucurkan anggaran tanggap darurat itu?

Menurut HM Nurnas, Sekretaris Komisi I DPRD Sumbar, tidak perlu lagi ada pembahasan seperti penanggaran yang mesti melibatkan DPRD Sumbar.

HM. Nurnas mengatakan, dalam situasi darurat Gubernur oleh regulasi diberi keleluasaan. Gubernur Sumbar hanya perlu menerbitkan Peraturan Kepala Daerah (Perkada).

“Buat Perkada, Gubernur hanya memberitahukannya kepada DPRD,”ujar HM Nurnas, Jumat 3/4 di Padang.

Dan teknisnya kata HM Nurnas untuk pembiayaan keadaan darurat seperti wabah Corona Virus saat ini.

”Dasarnya peraturan kepala daerah, itu sesuai pasal 162 ayat 11 dalam Permendagri no 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah,”ujar Nurnas, Jumat.

Ditambahkannya, dana tersebut semestinya ditempatkan pada Badan Keuangan Daerah (Bakeuda), sehingga bisa dipergunakan secepatnya.

“Tapi Kalau anggaran tersebut ditempatkan pada dinas-dinas lain untuk pembelian barang, maka semua disesuaikan dengan aturan berlaku,”ujar politisi senior Partai Demokrat ini.

Ketika ditanya bagaimana cara pertanggung jawabannya, Nurnas mengatakan, setelah masa darurat berakhir, maka anggaran tersebut dinasukkan dalam pembahasan anggaran perubahan.

Gubernur hanya memberi tahukan pada DPRD Sumbar anggaran dari mana saja yang diambil, dan dipergunakan untuk apa, jadi tidak perlu ada pembahasan untuk hal tersebut, sebelum wabah ini berakhir.

“Kondisi meruyak Covod-19 ini mestinya gubernur gerak cepat tidak lamban, gubernur tidak perlu menunggu waktu lama untuk penganggaran darurat ini, kalau pakai cara normal maka aksi cepat dan serempak tanggulangi Covid-19 bisa terkendala.”ujar HM Nurnas.

Melihat kondisi yang ada, masyarakat semakin galau, karena perkembangan ODP dan PDP di Sumbar semakin bertambah pesat, untuk itu tidak ada lagi waktu santai dalam menenangkan fsicologis masyarakat.(nov)