Demonstrasi Keltan Anak Nagari Rantau Pasaman, Nyaris ‘Bakuhampek’

oleh -138 views
Demo massa menuding HGU PT Anam Koto Ilegal Rabu 8/1 nyaris bakuhampeh dengan pihak perusahaan, lahan diduduki hingga Jumat kemarin. (foto: dok/joni)

Pasaman Barat,—Ratusan orang mengatasnamakan Kelompok Tani Anak Nagari Rantau Pasaman (Ranpas) menggelar aksi demonstrasi di area perkebunan kelapa sawit PT Anam Koto, Pasaman Barat, Sumatera Barat. Rabu 6/1.

Massa meminta Hak Guna Usaha (HGU) PT Anam Koto yang merupakan perkebunan sawit dicabut dan dikembalikan ke masyarakat, karena diduga izinnya ilegal atau bermasalah.

Ketua Kelompok Tani Anak Nagari Ranpas, Asim Simanjuntak mengatakan, izin HGU PT Anam Koto yang telah ditanami sawit seluas 2.490 hektar itu diduga ilegal.

“Tuntutannya, perizinan yang dimiliki oleh PT Anam Koto dicabut karena ilegal,” ujar Asim kepada awak media di Aia Gadang, Kecamatan Pasaman.

Ditegaskan Asim, jika tuntutan mereka tidak diindahkan perusahaan, maka massa akan terus menduduki lahan tersebut.

Sementara itu Henrik selaku Direktur Humas Legal PT  Anam Koto mengatakan, kalau memang mereka menyatakan HGU perusahaan ini illegal silahkan laporkan Perusahaan ke PTUN.

“Karena kalau dengan cara seperti ini pihaknya sangat keberatan apalagi dimusim pandemi saat ini, dan pihak kita akan melaporkan ke pihak yang berwajib Polda Sumbar atas kerumunan ini, harapan saya pimpinan aksi massa segera membubarkan masanya untuk menghindari kerumunan ini karena pandemi covid-19. Ada peserta aksi anak usia dini pula. Harapan kita pihak Pemda pun harus ikut serta dalam permasalahan ini dan menindak lanjuti terkait pernyataan masa yang mengatakan HGU perusahaan illegal,”ujar Hendrik

Humas PT Anam Koto, Jimson menambahkan yang menentukan illegal atau tidak adalah pengadilan. Silahkan mereka menggugat ke PTUN.

“Kalau perusahaan sebenarnya tidak ada urusan dengan kelompok tani, karena mereka bukan pemilik ulayat. Kami akan melakukan laporan ke kepolisian terkait dengan masuknya masyarakat ke HGU perusahaan tanpa ijin, dan mengganggu aktivitas perusahaan. Selain itu, Kerumunan massa yang dibuat ke lokasi HGU juga sudah kami laporkan ke Satgas Covid-19 kabupaten Pasaman Barat dan sudah turun ke lapangan,”ujarnya

Sampai Jumat dijelaskan, pihak perusahaan PT Anam Koto telah membuat laporan Ke Polda Sumbar terkait menduduki lokasi HGU tanpa ijin yang menyebabkan menggaggu usaha perkebunan” Terangnyal

“Jumat masih duduki massa, tapi Sabtu hingga hari ini sudah nggak ada lagi, “ujsr Humas PT Anam Koto Jimson dihubungi Senin 11/1 sore ini. (Joni)