Di Survey Mulyadi Teratas, Fakhrizal dan Epyardi Mengintai

oleh -435 views
Hasil survey SMRC, seluruh simulasi Muyadi menangi Pilgub Sumbar 2020. (foto: dok)

Jakarta,—Politisi Partai Demokrat dan Anggota DPR RI tiga periode Mulyadi dari survey SMRC untuk Cagub Sumbar

Politisi Partai Demokrat Mulyadi paling berpeluang memenangi Pemilihan Gubernur Sumatera Barat September mandatang. Temuan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan dukungan kepada Mulyadi mengalahkan nama-nama calon lain yang sudah beredar.

“Dari survei yang kita lakukan akhir Desember, Mulyadi meraih dukungan paling tinggi. Selisih elektabilitasnya dengan nama-nama seperti Nasrul Abit dan Mahyeldi cukup besar. Dan itu berlangsung di semua tingkat simulasi,” tutur Direktur SMRC Sirojudin Abbas.

Dalam pertanyaan Top of Mind, responden tanpa disodori nama calon, nama Mulyadi ada di urutan pertama dengan perolehan 10,8 persen, disusul Nasrul Abit (7,3 persen), Mahyeldi (6,4 persen), Ali Mughni (3,1 persen), Fakhrizal (2,8 persen), Riza Falepi (2,2 persen).

Dalam simulasi semi terbuka, atau responden disodorkan 33 nama yang sudah beredar dalam bursa calon gubernur, nama Mulyadi tetap memimpin dengan perolehan 19,3 persen. Disusul Mahyeldi (11,8 persen), Nasrul Abit (11,2 persen), Ali Mukhni (5 persen), Fakhrizal (3,9 persen), Shadiq Pasadigoe (3,5 persen), Indra Catri (2,6 persen), Riza Falepi (2,6 persen). Nama-nama lain superti Emma Yohana, Andre Rosiade, Epyardi Asda, Syamsu Rahim, dan Faldo Maldini, ada di bawah 2 persen.

Meski itu survey, sementara di tataran Pemilih Sumbar dari penelusuran media ini, selain Mulyadi, dua tokoh Sumbar Fakhrizal dan Epyardi Asda mengintai dan bakal jadi penarung Mulyadi menangi Pilgub Sumbar 2020.

Fakhrizal diuntungkan karena sudah punya pasangan yaitu Wako Pariaman Genius Umar.

“Kami berpasangan lewat calon independen sebagai penghormatan terhadap dukungan dan doa rakyat Sumbar untuk maju Cagub dan Cawagub 2020,”ujar Fakhrizal dihubungi.

Sementara kemarin Epiyardi Asda mengatakan pikir-pikir untuk maju Cagub Sumbar.

“Sementara pikir-pikir, tapi kalau sudah maju saya sulit untuk mundur, bahkan tidak secuilpun kegamangan untuk jadi Cagub Sumbar ini, saya garansi pertumbuhan ekonomi Sumbar, lebih tujuh persen kalau saya gubernurnya,”ujar Epyardi Asda pada diskusi Sumbar 7 Persen, di Lamun Ombak Padang.

Pada survey SMRC untuk simulasi empat nama, atau bila Mulyadi dihadapkan dengan Mahyeldi, Nasrul Abit, dan Fakhrizal, Mulyadi memimpin dengan perolehan suara 27,9 persen. Di peringkat kedua, Mahyeldi dengan 16 persen. Disusul Nasrul Abit di peringkat ketiga, dengan 14,9 persen. Dan Fakhrizal di posisi terakhir dennen 4,2 persen.

Di simulasi tiga nama, atau Mulyadi dihadapkan hanya dengan Mahyeldi dan Nasrul Abit, Mulyadi juga tetap memimpin dengan 29,1 persen. Disusul Nasrul Abit dengan 16,1 persen, lalu Mahyeldi di posisi ketiga dengan 15,8 persen.

“Kalau head to head, yang bertanding Mulyadi melawan Mahyeldi, temuan kami menunjukkan Mulyadi tetap unggul dengan 34 persen, dan Mahyeldi meraih 18,9 person. Kalau Mulyadi head to head dengan Nasrul Abit, Mulyadi juga unggul dengan 32,9 person. Sementara Nasrul Abit meraih 19,9 persen,” tambah Sirojudin Abbas.

Keunggulan Mulyadi

Ketika ditanya apa alasan responden memilih nama-nama calon gubernur, beberapa alasan yang disampaikan adalah faktor pengalaman di pemerintahan (27 persen), sudah ada bukti nyata (15,4 persen), perhatian kepada rakyat (13,2 persen), dan putra asli Sumatera Barat (8,4 persen). Berbagai alasan lain superti ketokohan dalam agama, bersih dari KKN, pintar, dan lain-lain ada menyusul di bawah.

“Dari temuan survei ini menunjukkan masyarakat Sumbar memilih Mulyadi karena faktor pengalaman dipemerintahan,khususnya membawa program pembangunan pemerintah pusat ke daerah,dan bukti kinerjanya yang nyata dirasakan masyarakat,” jelas Sirojudin Abbas. Sirojudin menambahkan, Mulyadi unggul hampir di semua kelompok demografi. Baik kelompok umur, jenis kelamin, maupun kelompok etnis. “Mulyadi hanya kalah oleh Mahyeldi di perkotaan,” tambah Abbas.

Perlu Sosialisasi

Dari survei SMRC Desember, mayoritas masyarakat atau 57,8 persen belum menyebutkan pilihan secara spontan. Jumlah tersebut menunjukkan semua kandidat yang akan maju di Pilgub Sumbar tetap perlu bekerja keras melakukan sosialisasi.

Pemilihan Gubernur Sumatera Barat akan digelar September 2019. Saat survei dilakukan, warga Sumatera Barat yang tahu akan Pilkada 64 persen. Atau sepertiga pemilih masih belum tahu akan ada Pilkada.

Survei SMRC ini berlangsung 9 sampai 20 Desember 2019. Survei dilakukan lewat wawancara tatap muka. Jumlah sample 1620. Dari jumlah tersebut, 10 persennya tidak berhasil diwawancarai. Margin of error sebesar 2,6 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. (rilis)