Diperintahkan Airlangga Jadi Cabup Solok, Taufik Effendi: Siapppp

oleh -1,249 views
oleh
1,249 views
Taufik Effendi diamanahkan Ketum Golkar jadi Cabup Solok, ini ceritanya, Senin 26/2-2024. (dok)

Solok,— Taufik Effendi, ASN senior di Sumbar kini menjadi Kepala Bappeda dan Plt Asisten di Pemkab Solok Selatan mencuat di Partai Golkar.

TE biasa pejabat di Solsel ini disapa kalangan di Sumbar mendapat kejutan sekaligus perintah dari Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk maju jadi Calon Bupati Solok.

Perintah itu tertuang pada Surat Keputusan (SK) dari Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang.

TE begitu mendapatkan SK Ketum Golkar tersebut kaget sekaligus tantangan bagi dia yang pernah jadi wartawan itu.

“Saya kaget saja. Soalnya saya masih aktif jadi ASN dan menjabat dua jabatan di Kabupaten Solok Selatan. Lalu tiba SK tersebut. Saya kaget, surprise dan merasa diapresiasi saja oleh Golkar,”ujar TE Senin 26/2-2024.

Kok bisa TE yang ASN mendapat SK jadi Cabup di Kabupaten Solok?

Taufik Effendi menegaskan bahwa tidak ada proses melamar yang dilakukannya karena statusnya yang masih aktif sebagai ASN. “Tidak. Tentu tidak, karena saya kan masih ASN aktif,” jelasnya.

Lebih lanjut, TE menceritakan bahwa ia diberitahu mengenai SK tersebut oleh Bupati Solok Selatan, H Khairunas, pada awal bulan Januari. Meskipun demikian, ia menerima SK tersebut dengan tulus.

“Tentu saja saya terima. Panjang pembicaraan kami. Intinya, bagi saya membangun Kabupaten Solok, tanah kelahiran saya, kan juga kewajiban. Sekarang ada jalan ke situ,” katanya.

Terkait kesiapannya untuk bertarung dalam Pilkada mendatang, TE menyebut bahwa itu bukanlah pertarungan melainkan kontestasi.

“Bagi saya itu bukan pertarungan. Tapi kontestasi. Bupati Solok yang sekarang, saya kenal beliau. Sejauh ini hubungan kami baik. Dan apa yang beliau telah lakukan juga baik,” ujarnya.

Ketika ditanya mengapa ia memutuskan untuk ikut dalam Pilkada meskipun inkumben nya dinilai sudah baik, TE pun menjelaskan bahwa sebagai pemimpin, ia ingin memberikan yang terbaik bagi rakyatnya.

“Tentu semua pemimpin ingin yang terbaik buat rakyatnya. Maka, lihatlah pembangunan sudah dilakukan. Infrastruktur, ekonomi, dll. Dan semua kepala daerah tidak ada yang tidak ingin daerahnya maju,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa ia ingin memberikan porsi lebih kepada hal-hal yang bersifat non-fisik seperti kesehatan.

“Jika saya diberi amanah, saya ingin memberi porsi lebih ke hal-hal yang sifatnya non-fisik. Kesehatan, misalnya, kita harus gratiskan biaya kesehatan,” paparnya.

Taufik Effendi juga menyoroti potensi Kabupaten Solok yang berada di posisi strategis di antara Sumatera Barat bagian utara dan selatan serta dekat dengan ibu kota. “Keuntungan ini harus dimanfaatkan, sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Ini perlu digarap serius,” tambahnya.

Ditanya mengenai dukungan masyarakat, dia menekankan pentingnya mobilisasi kekuatan masyarakat secara bersama-sama untuk memperjuangkan pemimpinnya.

“Seharusnya mereka ikut bersama-sama memenangkan kontestasi. Moril dan Materil. Pikiran dan tenaga. Itu harus dilakukan secara bersama,” katanya.

Terkait dengan posisinya sebagai ASN, TE menegaskan bahwa statusnya tidak akan terganggu oleh SK tersebut karena tahapan Pilkada belum dimulai.

“Kalau tidak salah, akhir Agustus nanti mendaftar. Dan tentu dengan SK ini status saya di ASN tidak terganggu. Ibaratnya main bola, peluit belum bunyi. Maka wasit pun bekerja kan?” tutupnya dengan tawa. (adr)