Dirut Patra Niaga dan Andre Komit Amankan Pasokan Solar ke Sumbar

oleh -146 views
oleh
146 views
Alfian Tanjung dan Andre Rosiade cek SPBU Jumat 1/4-2022. (dok)

Padang,— Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution yang mengelola distribusi BBM dan gas se-Indonesia mengatakan, pihaknya atas lobi Andrr Rosiade siap mengguyur kebutuhan solar subsidi ke Sumbar.

Solar langka di Sumbar dikaui Dirut Parra Niaga Alfian Tanjung  informasi dari rapat di Komisi VI dengan Pertamina dihadiri Andre Rosiade.

“Saya ke Sumbar karena ajakan dari Andre Rosiade. Sesuai aspirasi masyarakat Sumbar, pak Andre menyampaikan ke saya. Kita melihat banyak antrean solar di Sumbar. Sejak minggu sudah terus ditambah pasokannya ke Sumbar. Memang, untuk menambah itu tidak bisa langsung jebret. Tapi pelan-pelan tetap kita tambah. Untuk Sumbar sudah ditambah sekitar 5-10 persen di atas kuota,”ujar Alfian, Jumat 1/4-2022.

Alfian mengatakan, datang ke Sumbar bersama Andre Rosiade untuk mengecek apakah antrean masih ada. Apakah kebutuhan masyarakat Sumbar Sudah terpenuhi semua.

“Hasilnya, ternyata antrean sudah mulai terurai dan tadi informasi juga dari SAM Sumbar, bahwa kita akan terus tambah pasokan jika diperlukan,” katanya.

Dia menegaskan, berbarengan dengan penambahan, semua pihak harus saling mengawasi. Karena, berapapun solar yang ditambah, kalau tidak diawasi bersama masyarakat dan aparat untuk yang berhak menggunakan solar subsidi percuma.

“Seperti truk yang rodanya di atas enam untuk pengangkut sawit dan batubara itu tidak boleh menggunakan solar subsidi. Kalau kita tidak awasi bareng-bareng, tetap kurang juga,” katanya.

Seharusnya, sebutnya, tidak boleh ada truk yang menggunakan tangki tambahan.

“Saya sudah minta untuk operator tidak melakukan pengisian truk yang menggunakan tangki tambahan. Karena itu sudah menyalahi aturan, setiap truk itu maksimal boleh mengisi solar 200 Liter,” katanya.

Alfian mengatakan kuota solar nasional mencapai 14,9 juta kilo Liter (KL). Kuota solar subsidi Sumbar 411.028 KL per tahun, atau 34.252,3 KL per bulan atau atau rata-rata setiap harinya 1.123 KL. Jika terjadi kenaikan sebesar 5 persen, maka setiap harinya akan dialokasikan sebesar 1.182 KL atau 431.579 KL per tahun. Angka tersebut dinilai belum mencukupi, karena pasokan yang paling aman adalah sebesar 474.500 KL per tahun atau 1.300 KL per hari.(adr*)