Dua Jam Lebih Bersama Sekjen DPD RI, Eselon 1 Sudah, Apalagi Pak Donny?

oleh -318 views
Reydonnyzar Moenek, Sekjen DPD RI, sosok humble dan asyik berkomunikasi. (foto: dok)

REYDONNYZAR MOENEK anak Lintau Tanah Datat kelahiran Kota Padang dna habiskan masa remaja di Menteng Jakarta. Donny biasa disapa banyak kalangan kini berada dipuncak karir yakni Eselon I dengan jabatan Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI).

Senin 15/7 kemarin media ini dengan beberapa pimpinan media lain berkesempatan berdialog bersama Donny di sebuah hotel di Padang.

Apalagi selaku Sekjen tentu Donny Moenek punya tanggungjawab besar menjadikan lembaga negara ini sukses melaksanakan tugas dan fungsinya.

Selain itu, berbagai kalangan di Sumbar mulai menyebut, kalau Donny Moenek layak dan berpengalaman menjadi Gubenur Sumbar pada Pilkada 2020 mendatang.

Apa lagi Pak Donny Moenek cari, jabatan mentereng dengan Eselon I, justru jawaban terucap dari Donny oernah menjadi Pejabat Gubernur Sumbar 2015-2026 membuat bergidik bulu halus di tangan siapa saja yang mendengarkan.

“Terus terang saya tidak haus kekuasaan apalagi sampai gila jabatan. Ketika memulai karir sebagai ASN setelah tamat APDN dulu prinsip apa saja tugas laksanakan dengan terbaik. Terus selalu berdoa kepad Allah SWT dan berserah diri kepada Sang Khalid seperti apa jalan karir saya,”ujar pria suka memelihara kumis itu.

Pada puncak karir ASN-nya Donny Moenek mulai dijagokan maju sebagai Calon Gubernur Sumbar 2020, alasan banyak pihak menjagokan Donny Moenek adalah karena piawai berkomunikasi, cerdas dan kuat jaringan, apalagi termasuk pejabat senior di Kemendagri RI sebelum menjadi Sekjen DPD RI.

“Kalau memang itu amanah dan Allah izinkan kenapa tidak, di saat puncak karir ini, saya abadikan untuk membangun Sumbar, kampung halaman saya, jadi gubenur adalah pengabdian total saya buat kampung halaman. Pergi lah bujang ka rantau di rumah paguno balun, baliaklah karena cinta kepada kampung halaman bangunlah kampung awak,  itu janji saya kepada kedua orang tua saat mulai merantau dulu,”ujar Donny Moenek.

Donny Moenek merupakan lulusan tebaik APDN dan praktek kerja di Jawa Tengah selama 14 bulan. Lalu Donny Moenek dapat beasiswa di Fakultas Sosial Politik UGM.

Prinsip total dalam melaksanakan tanggungjawab tugss dibuktikan dengan lulus cume laude di Fisip UGM, Donny muda juga pernah menjadi penulis pidato Gubenur Jateng waktu itu Ismail. Karena cerdas dan prinsip total menjalankan tanggungjawab, Donny Moenek memperoleh beasiswa kuliah di Manila Philipina dia mengambil pendidikan soal keuangan dan anggaran, dilewatinya hingga tamat dengan nalai terbaik. Terus Donny Moenek mendapatkan kesempatan belajar PhD atau setara jenjang pendidikan doktor ke Jepang.

Ups, bikin banyak pihak terhenyak saat Donny punya gelar akademik berjibun itu, dia tetap bangga dengan sekolah pamongnya.

Putera Lintau ini sejak 1949 menguasai empat bahasa Inggris, Perancis, Tagalok dan Japan ini konsisten bangga sebagi tamatan sekolah pamong karena kata Donny dia mendapatkan ilmu leadersihip dan cara membangun partnership di APDN.

Donny Moenek saat dialog dengan media, Senin 15/7 di Padang (foto: dok)

“Dengan bekal itu saya ingin dharmabaktikan kepada Sumbar kampung halaman saya meski pernah menjadi Pj gubernur, masak untuk daerah lain saja saya berkeringat memajukannya, untuk tanah kelahiran sendiri saya tidak mau, saya tidak memburu kekuasaan, tapi kalau Allah menghendaki Donny kau harus jadi gubernur Insya Allah tidak ada kata tidak siap bagi saya,”ujarnya.

Menurut Donny soal pemerintahan sebenarnya jadi gubernur seperti sirih pulang ke gagang, pinang pulang ke tampuknya.

“Fungsi pemerintahan itu tiga, harmonisasi, stabilisasi dan efektifitasi dan kunci ketiga fungsi itu kepiawaian berkomunikasi dan mampu memecah kebekuan dan kebunutuan suatu masalah,”ujarnya.

Tercatat meski enam bulan lebih menjadi pejabat gubenur, Donny Moenek memberikan makna bagi Sumbar yang sulit dilupakan.

Sebut saja kebuntuan penyelesaian Masjid Raya Sumbar, Memastikan kehadiran Menteri Luar Negeri negara Asia Pasifik di pertemuan IORA di Padang, meski sempat dibatalkan oleh Kemenlu RI karena ancaman kabut asap. Lalu memastikan kehadiran Presiden Joko Widodo ke Mandeh Pessel yang kini menjadi terkenal dengan sebutan Raja Ampatnya Sumatera. (iko-disarikan oleh rmc)