Duka Gempa Pasbar Terngiang Jauh hingga Rantau Mancanegara

oleh -57 views
BKM bergerak kemanusiaan Bundo Kanduang Mancanegara itu salurkan bantuan ke tanah bencana Pasaman. (dok/wirda)

Padang,— Bencana dan kesedihan yang pertama terusik perasaannya pastilah kaum emak-emak.

Tak menyangkakan kalau, Bundo Kanduang Mancanegara (BKM) mendengar ngiang bencana gempa di ranah bundo pasnya di Pasaman Barat dan Pasaman berduka yang sangat dalam atas musibah gempa 6,1 SR itu langsung bergerak kemanusian dan kepedulian.

Musibah itu bak Malang tak dapek ditulak, mujue tak dapek diraieh. Musibah beruntun terjadi di mana-mana, tak terkecuali di Ranah kita.

Sebagai wadah menghimpun perantau yang tersebar di berbagai belahan dunia justru merasa lebih berat perasaan senasib sepenanggungan dengan sanak sudaro di Ranah Minang.

Begitu datang kehendak Allah, giliran musibah jatuh menimpa, pengurus BKM bidang dosial cepat tanggap. Bundo Netty Suharti, Murni Emily, Wevy, Sukmareni dan Nuri Augner sibuk bersebar berita antar benua merundingkan apa dan bagaimana BKM harus berbuat.

“Alhamdulillah dalam waktu singkat telah terkumpul bantuan spontan dari BKM,” ujar Bundo Sukma Rini yang mengantar bantuan ke tanah bencana di Pasaman.

Bantuan dari BKM antara lain berupa :

1. Makanan bayi (susu bayi) dan makanan2 ringan.

2. Perlengkapan pengungsi, antara lain pemper bayi, selimut, kain sarung, handuk dan tikar.

3. Mainan anak-anak, boneka, bola-bola,

4. dan lain sebagainya.

Bantuan diantarkan langsung Jumat (4/3) oleh bundo Sukma Rini, kepada masyarakat Kenagarian Kajai, Timbo Abu dan Malampah.

“Harapan bundo kandung ss dunia, semoga bantuan ini di ridoi serta diberkati Allah SWT. Meski jumlahnya tidak terlalu banyak, namun diyakini bisa melegakan hati dusanak, anak-anak dan cucu para Bundo BKM ini,” ujar Sukma Rini.

Penggalangan dana hingga saat ini terus dilakukan. Inshaa Allah bantuan tahap kedua dalam waktu dekat akan dikirimkan.

BKM (Bundo Kanduang Mancanegara) diketuai Nurbaini Mc Kosky dari negeri Paman Sam, adalah perkumpulan bundo-bundo yang tersebar di Mancanegara (Amerika, Eropah, Afrika, Australia dan Asia) yang berpusat di Amerika.

Meski dalam usia terbilang muda, baru serumur pandemi Covid-19, namun telah berkiprah aktif dan berbuat cukup banyak dalam upaya merajut potensi membangun ranah Minang tacinto.

“BKM adalah srikandi-srikandi yang tak dikenal, berjuang tanpa pamrih menjaga slogan/dasar ke-Minangan yang tak asing lagi, “ABS-SBK” (Adat Basandi Sara’- Sara’ Basandi Kitabullah) di lima benua, negeri tempat beraktivitas saat ini,” ujar Bundo Sukma Rini.

Bukan suatu yang umum, namun menjadi tantangan luar biasa. Meski sangat berat, namun dengan tekad kuat dan dukungan secara bersama, tentu semua harus dihadapi.

Terlebih kata Bundo Sukma Rini bagi generasi yang lahir dan besar di negara asing. beradat dan budaya yang jauh berbeda dari adat dan budaya ketimuran. Apa lagi dengan adat dan budaya Minangkabau.

Generasi muda sangat rentan, begitu cepat mengadopsi adat dan budaya di mana mereka berada.

“Nah disinilah peran strategis BKM, meneruskan, menjaga dan melestarikan Adat dan Budaya Minangkabau dimana pun kami berada,” ujar Bundo Nurbaini dari negeri Paman Sam, lewat video call.

Bahasa Minang, sebagai misal, akan musnah bila tidak digunakan keseharian. Bila bahasa mati, giliran berikut bukannya tidak mungkin adat dan budaya pun punah.

“Begitulah, seperti firman Allah dlm surat Ar Rum, “….. Allah menciptakan umatnya berlain-lain bahasa dan warna kulit, semua itu adalah ayat-ayat/bukti kebesaranNya bagi orang-orang yang berfikir,” ujar Bundo Sukma Rini. (dilaporkan: wirda)