Empat Kader PP Ditangkap, Bhenz Maharajo: Itu Personal, Jangan Seret PP Secara Organisasi

oleh
Empat anggota Pemuda Pancasila ditangkap, Bhenz mengatakan itu person jangan bawa-bawa organisasi, Kamis 8/3 di Padang. (foto: dok)

PP Siap Berikan Bantuan Hukum

Padang,—Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP)Sumatera Barat, memastikan diamankan empat kadernya oleh Satreskrim Polresta Padang, Rabu, 7 Maret 2018, tidak bersangkut paut dengan organisasi.

Bahkan PP Sumbar mewarning pihak tertentu supaya  tidak memperluas permasalahan dan menyeret-nyeret Pemuda Pancasila secara organisasi.

“Perbuataan dugaan penganiayaan yang disangkakan kepada keempat kader kami itu adalah urusan personal, bukan urusan organisasi, itu dipastikan dulu ya,”ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) MPW PP Sumbar, Bhenz Maharajo, kepada wartawan, Kamis 8/3 di Padang.

Menurut Bhenz saat kejadian, keempatnya bukan sedang menjalankan rutinitas keorganisasiaan, serta tidak sedang dalam tugas organisasi.

“Jangan sangkut pautkan organisasi Pemuda Pancasila dalam perkara ini. Keempatnya memang benar kader Pemuda Pancasila. Namun dugaan perbuatan yang dilakukan merupakan tindakan personal. Tidak ada hubungannya dengan organisasi. Itu mesti digaris bawahi. Empat kader yang diamankan di lingkungan organisasi selalu bisa mengayomi adik-adiknya. Kami terkejut dan prihatin atas kejadian ini,” tegas Bhenz Maharajo.

Meski tidak bersangkut dengan organisasi, MPW Pemuda Pancasila akan tetap memberikan bantuan hukum kepada keempatnya sebagai wujud solidaritas dan kebersamaan.

Pemuda Pancasila bukan organisasi yang tidak pernah lepas tangan begitu saja ketika ada kader yang bermasalah, walaupun itu masalah pribadi.

“MPW memiliki lembaga bantuan hukum. Kader yang terjerat persoalan hukum akan diberikan bantuan hukum jika diminta. Ini merupakan bagian dari komitmen solidaritas Pemuda Pancasila. Kader tidak akan dibiarkan bermasalah sendiri. Upaya bantuan sesuai alur hukum akan diberikan,” papar Bhenz yang juga Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumbar ini.

Bhenz mengingatkan para pihak untuk tidak melakukan provokasi dengan menyeret-nyeret organisasi Pemuda Pancasila dalam persoalan ini, seolah-olah Pemuda Pancasila ikut terlibat. Seolah-olah Pemuda Pancasila adalah organisasi yang brutal.

“Bagaimana juga, hukum adalah panglima tertinggi di republik ini. Kami menghargai proses hukum yang sedang dijalankan. Silahkan dijalankan, tapi jangan seret-seret Pemuda Pancasila. Jangan dijadikan persoalan yang terjadi sebagai jalan untuk memperlihatkan ke khalayak ramai Pemuda Pancasila adalah organisasi yang brutal. Pemuda Pancasila tidak begitu. Ini adalah organisasi yang menjunjung tinggi hukum. Keliru jika Pemuda Pancasila dilibatkan,”ujarnya.

Dalam perjalanannya, Pemuda Pancasila di bawah kepemimpinan Erick Hariyona banyak berbuat di tengah masyarakat, dan turun langsung ketika dibutuhkan masyarakat. Ketika banjir melanda Padang pertengahan 2017 lalu, Pemuda Pancasila menjadi organisasi pertama yang turun ke tengah masyarakat, memberikan bantuan serta ikut terlibat dalam rehabilitasi pascabencana. Dalam kegiatan sosial lainnya, anak-anak putus sekolah, kaum dhuafa dirangkul serta diberikan pemberdayaan agar bisa mandiri.

“Pemuda Pancasila adalah rumah bagi siapa saja yang ingin berbakti kepada republik ini. Rumah bagi mereka yang menjunjung tinggi Pancasila. Kami akan tetap berada di trek menjaga NKRI. Sekali layar terkembang, surut kita berpantang!,”ujar anak muda asli Situjuh Limpuluh Kota ini. (t/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *