Enak Jadi Anggota DPR RI Bertemu Konsitituen Ini Uangnya Loh…

oleh -230 views
Anggota DPR RI dari Partai Gerindra Andre Rosiade beberkan uang wakil rakyat dibawa reses dan kunjungan daerah pemilihan, Kamis 30/7 di whatsapp group Top100. (foto: dok)

Andre Rosiade Buka Kulik Tampak Isi tentang Uang Wakil Rakyat Bertemu Konsitituen

Jakarta,—Menjadi wakil rakyat DPR RI menjadi cita-cita tertinggi para politisi selain menjadi kepala daerah.

Selain fasilitas wah, Anggota DPR RI bertemu konstituen dan kunjungan ke daerah pemilihan pun dibekali sejumlah uang.

Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI sekaligus Ketua Partai Gerindra Sumbar ternyata sosok transparansi dan terbuka informasi publik.

Andre Rosiade di group whatsaap bergengsi di Sumbar, Top100 membeberkan uang dibawa wakil rakyat bertemu konstituen di daerah pemilihannya.

Anggota DPR RI Andre Rosiade (foto: bob)

 

“Masyarakat harus dan berhak tahu terkait uang-uang yang dibawa seorang wakil rakyat DOR RI ke konstituen dan daerah pemilihan. Supaya habis dibagi untuk rakyat tidak dipakai demi memuaskan keinginan pribadi pak dewan dan ibu dewan ya,”ujar Andre Rosiade, Kamis 30 Juli malam.

Apa dan berapa nominal uang di kantong wakil rakyat untuk berintegrasi dengan konsitituen yang dialokasikan di APBN, ini rinciannya  dibeberkan Andre Rosaide itu?

1. Uang Reses satu kali Rp 410 juta.
2. Uang satu kali Kunjungan Daerah Pemilihan Rp 165 juta.
3. Soalisasai Empat Pilar selaku anggota DPR yang juga anggota MPR, satu kali Empat Pilar itu Rp 40 juta.

Dan kata Andre Rosiade Reses satu tahun masa sidang lima kali dan kunjungan Dapil delapan kali setahun.

“Silahkan ditotal sendiri ya, itu uang untuk membantu rakyat tidak uang pribadi wakil rakyat, sumbernya jelas APBN,”ujar Andre Rosiade.

Taransparansinya Andre Rosiade terkait dana-dana wakil rakyat untuk berinteraksi dengan konstituennya itu mendapat respon positif dari banyak warga whatsapp group Top100.

“Transparansi dan ini sangat pro keterbukaan informasi publik, karena apapun biaya dari APBN atau APBD rakyat berhak tahu,”ujar Wakil Ketua Komisi Informasi Sumbar Adrian Tuswandi.(riko)