Epyardi Asda : Anggota BPN Harus Memahami Tugas Dan Wewenangnya

oleh -305 views
oleh
305 views

Kab. Solok – Bertempat di Ruang Pertemuan Baja Cinangkiak Dream Park Nagari Singkarak Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok, Minggu 11/02-2024, Bupati Solok Capt. H. Epyardi Asda, M.Mar, membuka secara langsung kegiatan Peningkatan Kapasitas Badan Permusyawaratan Nagari (BPN) se-Kabupaten Solok.

Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas SDM Anggota BPN dalam menjalankan Tupoksi sehingga dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

“Kegiatan ini dilaksanakan dua gelombang, yaitu untuk gelombang pertama pada tanggal 11-12 Februari 2024 dan untuk gelombang kedua pada tanggal 12-13 Februari 2024,” ujar Romi Hendrawan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) Kab. Solok, saat menyampaikan laporannya.

Romi Hermawan mengatakan materi kegiatan adalah kebijakan strategis Pemerintah dalam membangun Nagari, Tugas Fungsi dan Wewenang BPN, Sistem Pengawasan dan Pengelolaan Keuangan Nagari serta Tata Cara Pengisian Anggota BPN.

Bupati Solok yang didampingi oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Safrudin, Asisten I Sekda Kab. Solok, Syahrial, Asisten III Sekda Kab. Solok, Editiawarman, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN), Romi Hendrawan, Kepala OPD, Kepala Bagian Lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Camat se-Kabupaten Solok, dalam arahannya menyampaikan peran dari BPN.

“Peranan BPN kian hari makin meningkat, untuk itu anggota BPN harus mengetahui tupoksi masing-masing, sehingga bisa menghindari kesalahan dalam melaksanakan tugas,” sebut Epyardi Anda.

Epyardi Asda yakin anggota BPN telah mengetahui tupoksinya masing-masing, akan tetapi kegiatan ini tetap perlu dilaksanakan dalam meningkatkan pemahaman serta kualitas SDM anggota BPN.

“Sebanyak 222 Orang pengurus BPN se-Kabupaten Solok yang ikut kegiatan ini, dapat memahami tugas dan wewenangnya dalam membangun Nagari,” ucap Epyardi Asda.

Kemudian Epyardi Asda menyampaikan sebagai Kepala Daerah berkeyakinan bahwa SDM sangat penting dalam pembangunan, untuk itu bagi semua lembaga di Nagari nantinya akan ada pelatihan-pelatihan serupa dengan tujuan peningkatan kualitas SDM.

“Karena saat ini APB Desa selalu meningkat, maka dari itu perlu SDM yang mumpuni untuk dapat mengelola setiap anggaran untuk pembangunan di Nagari kedepannya,” jelasnya.

Saat ini kata Epyardi Asda, kita bercita-cita menjadikan Kabupaten Solok sebagai Daerah tujuan wisata, akan tetapi hal itu dapat terwujud melalui adanya investor-investor yang berinvestasi di daerah kita, dan isu yang seringkali terjadi di tanah Minangkabau ialah terkait sengketa lahan yang kerap terjadi sehingga membuat investor ragu untuk berinvestasi di daerah kita.

“Untuk menyikapi hal itu, melalui pembinaan ini kita harapkan kepada seluruh BPN maupun Niniak Mamak dan Lembaga lainnya yang ada di Nagari dapat menyelesaikan setiap permasalahan yang ada di Nagari termasuk kasus sengketa lahan yang sering terjadi,” ungkapnya.

“Saya berharap, sebagai ujung tombak pemerintah mari kita bekerja dengan niat tulus dan ikhlas untuk mengabdi demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Solok ini,” harap Epyardi Asda. (romi)