Febby Dt Bangso Optmis BUMNag Sumbar Jadi Percontohan Nasional

oleh
Ketua Forum BUMDes Indonesia sekaligus Staf Khusus Mendes PDTT, Febby Dt Bangso memotivasi 150 BUMNag di Sumbar penerima.bantuan modal anggaran 2018, Febby optimis BUMNag Sumbar bisa menjadi percontohan BUMDes Nasional, Bukiitinggi 16/7 (foto: wanteha)

Bukittinggi,—Staf Khusus Menteri Desa PDTT sekaligus Ketua Forum BUMDes Indonesia  H Febby Dt Bangso optimis BUMNag di Sumbar menjadi percontohan BUMDes di Indonesia.

“Tidak ada yang membantah kalau entrepreniurship orang Minang atau Sumbar di atas rata-rata nasional. Bahkan sejak dulu sampai sekarang orang Padang terkenal dengan jiwa dagangnya, sehingga muncul anekdot kalau ada orang di bulan pastilah telah buka rumah makan padang di sana,”ujar Febby Dt Bangso saat jadi motivator pada Bimbingan Teknis (Bintek) BUMNag Model Menuju BUMDes Percontohan Nasional, Senin 16/7 di Bukittinggi.

Bimtek diperuntukan buat BUMNag yang mendapat kucuran bantuan modal pada Anggaran 2018, diselenggarakan 16-18 Juli di Hotel Pusako Bukittinggi.

Kegiatan diliput khusus wartawan www.tribunsumbar.com Erwandi Teha diikuti 150 orang peserta penerima bantuan dari BUMNag, para peserta terlihat antusias dan serius mendengarkan pemaparan  H.Febby Dt.Bangso, tentang kucuran dana dan pengembangan usaha bagi penerima bantuan modal.

“BUMNag penerima bantuan dana dari Kemendes PDTT, harus betul-betul memanfaatkan dana dan bentuk usaha yang bisa berkembang dan berharap di Sumbar ada nagari percontohan BUMNag,”ujarnya.

Febby berharap dari 150 Penerima BUMNag/BUMDes akan ada minimal 10 nagari di Sumbar yang akan menjadi percontohan di nasional di mana nantinya BUMNag percontohan disiapkan menjadi destinasi studi banding bagi BUMDes lain di Indonesia.

“Selama ini orang studi banding tetkait sukses story BUMDes ke Jogja saja,  masak kita, minang kampungnya entrepreniur tidak bisa seperti itu,”ujar Febby membakar semangat para pengelola BUMNag, Senin siang itu.

Tak itu saja H Febby Dt Bangso berharap ada Walinagari yang berani meminta bantuan hingga Rp 500 juta dengan proposal yang proporsional dan tidak mengada-mengada serta jelas dan terukur usahanya

“Jika bagus usahanya malah bisa dapat bantuan sampai Rp 1 Milyar, tentu proposal usahanya jelas dan rinci ukuran usahanya,”ujar Febby.

Febby yang saat ini juga menjadi Ketua DPW PKB Sumbar menghimbau pada BUMNag/BUMDes untuk benar-benar mengelola dana desa.

“Jangan  sampai dana BUMNag /BUMDes habisnya untuk operasional saja, atau dikorupsi untuk keuntungan pribadi dan kelompok, awas penegak hukum akan mengintai saudara semua,”ujarnya.

Sementara salah satu peserta dan penerima bantuan BUMNag di Sumbar Efendi Abdullah mengatakan bantuan modal usaha dari Mendes PDTT sangat dirasakan langsung mamfaatnya olrh masyarakat di nagari-nagari se Sumbar.

Efendi asal Nagari Kototangah Agam ini mengungkapkan dana yang diterima oleh desanya Rp 70 juta pada tahap awal digunakan buat usaha gas elpiji di bawah Koperasi Nagari Koto Tangah (Kopanako).

“Jual beli kita satu minggunya rata-rata sebanyak 280 tabung dengan harga jual 18 ribu pertabungnya,”ujar Efendi.

Paparan Efendi ditimpali Febby, terkait jiwa dagang orang Sumbar tadi. “Kalau prospek dagang menguntungkan BUMNag mengapa tidak itu dilakukan, tapi jangan berhenti di satu usaha saja,”ujarnya.(wanteha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *