Festival Bumi 2019 Malam Anugerah Wisran Hadi Diundur

oleh -68 views
Tempat full, malam Anugerah Wisran Hadi diundur. (foto: dok)

Padang,—Panitia Festival Bumi 2019 menyatakan karena beberapa kendala teknis, Malam Anugerah Wisran Hadi diundur. Soalnya, tempat acara dilaksanakan yang ideal tak kunjung didapatkan.

Panitia sudah mencari beberapa titik seperti hotel dan gedung. Namun, pada 30 November, jadwal semula malam anugerah akan dilaksanakan, sudah terisi acara lain.

“Setelah rapat diadakan, panitia mengambil keputusan untuk memundurkan jadwal malam anugerah. Kalau sebelum 30 (November), panitia kesulitan dalam menjadwal ulang acara lain. Ini sudah dikonfirmasi pada Dinas Kebudayaan Sumatra Barat,” ujar Armeynd Sufhasril, Direktur Program Festival Bumi 2019, Minggu 10/11.

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan, Gemala Ranti, merasa tidak keberatan dengan pengunduran itu. “Kami sudah menyerahkan teknis acara pada panitia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Armeynd menerangkan, akibat mundurnya acara, beberapa hal juga mesti ditimbang ulang. Panitia kemudian memutuskan untuk memundurkan penerimaan naskah buku Anugerah Wisran Hadi dari 10 November ke 15 November.

“Ini juga berdasarkan permintaan beberapa penulis, yang minta waktunya diperpanjang. Kalau dari panitia, jumlah naskah yang diterima sekarang sudah mencapai target,” tambahnya.

Begitu juga dengan Lomba Esai ‘Bumi Teater’, panitia juga memberikan tambahan waktu sampai 20 November 2019. Memang, untuk Lomba Esai pesertanya belum begitu banyak. Mungkin karena tenggat waktunya masih ada, terang Armeynd.

Festival Bumi 2019 kali ini memang berfokus pada acara anugerah dan lomba esai. Meski begitu acara pagelaran juga menawarkan acara menarik. Di Malam Anugerah nanti, ada dramatic reading yang akan ditampilkan. Pesertanya berasal dari tiga kampus di Sumatra Barat, Unand, UNP dan STKIP PGRI Padang.

Naskah yang diberikan kepada ketiga peserta bersumber dari naskah ‘Empat Lakon Perang Paderi’. “Dramatic reading cenderung baru di Sumatra Barat. Kami ingin melihat respons dari ketiga kampus ini,” ujar Trikora Irianto, Direktur Komunikasi dan Kerja sama.

Selain itu, ada petilasan novel ‘Bako’ karya Darman Moenir oleh aktor tangguh Sumatra Barat, Muslim Noer. Dipilihnya novel ini untuk memperingati berpulangnya sastrawan Indonesia itu 30 Juli 2019 lalu.

“Indonesia kehilangan sastrawan terbaiknya, tapi kami lebih kehilangan karena Bang Darman salah seorang pengasuh Bumi,” ujar Trikora.

Ikut tampil dalam malam anugerah nanti adalah Joe Mirshal. Pentolan Teater Bumi Kalamtara Jakarta itu akan membawakan monolog proses kreatifnya selama di Bumi Teater. Ia pernah bermain naskah Wisran Hadi mulai dari Perguruan sampai Imam Bonjol.

“Banyak cerita, lucu atau sedih, akan bertebaran sepanjang monolog nanti,” kata sutradara pemilik nama asli Yumirsal ini, “tapi semua menunjukkan betapa kami menikmati proses di Bumi Teater.

Selain itu, aka nada acara diskusi yang akan dilaksanakan pada 4 Desember 2019. Diskusi membincang sumbangan Wisran Hadi pada dunia sastra dan seni pertunjukan Indonesia. (*rilis)