Flashnews : 18 Pasien Positif, Posko Gugus Tugas di Perbatasan Harus Kerja Maksimal

oleh -140 views
Gubernur Irwan Prayitno tinjau Posko Perbatasan di Sijunjung, minta petugas kerja lebih maksimal memantau orang masuk Sumbar, Minggu 5/4 (foto: dok /hms-sb)

Padang,—-Update perkembangan pasien Covid-19 per Senin 6/4 siang, postif sudah 18 orang.

Dari 18 ornag itu, kabar optimis datang dari Kota Bukittinggi di mana satu pasien postifnya dinyatakan sembuh, Allhamdulillah.

Meski begitu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno tidak mau lengah, saat meninjau Posko Gugus Tugas di perbatasan, Komindon Gugus Tugas Daerah Covid-19 Sumbar ini meminta petugas bekerja lebih makasimal.

“Para petugas Posko di tapak batas Sumbar adalah garda terdepan memutus mata rantau penyebaran virus corona, sehingga itu dinsituasi sulir begini saya berharap petugas tetap bekerja maksima niatkan bekerja untuk kemanusiaan,”ujar IP biasa Irwan Prayitno disapa rakyatnya di Sijunjung, Minggu sore kemarin.

Sehingganya IP menekankan kepada petugas posko perbatasan untuk memeriksa ketat setiap orang masuk Sumbar.

”Ketat pemeriksaan sesuai Protokol Kesehatan yang ditetapkan pemerintah pusat, jangan lengah dna jangan biarkan lolos siapa saja  didiga bergejala Covid-19 masuk Sumbar,”ujar Irwan Prayitno.

Gubernur Irwan Prayitno mengatakan, setiap orang masuk akan berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP), dan harus lakukan karantina mandiri selama 14 hari kedepan.

“Semua penumpang dan sopir harus lakukan pemeriksaan suhu tubuh, mengisi data pribadi, kemana tujuan. Namun jika ada kendaraan yang mengharuskan keluar masuk membawa material atau bahan pokok akan diberi stiker oleh petugas,” ucap Irwan Prayitno.

Menyangkut pemeriksaan orang yang masuk ke Sumbar, petugas harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sebagai antisipasi terhadap diri tidak tertularnya Covid-19 terhadap anggota tim gugus tugas dalam penanganan wabah mematikan tersebut.

“Jadi saya tegas, kendaraan yang melintas kita periksa dengan ketat. Sehingga orang yang masuk ke Sumbar memang benar-benar tidak terkontaminasi Pandemik Covid 19,” tegasnya.

Selanjutnya Irwan Prayitno menyampaikan agar aparatur menegur dan menindak masyarakat yang masih nekat melakukan keramaian atau berkumpul di warung atau jalan. Ia minta segala bentuk keramaian harus dihentikan demi mencegah risiko penularan Covid-19.

“Kalau seandainya ada yang nongkrong di warung, mengadakan keramaian, malam-malam keluar rumah, ditegur saja atau sebaiknya suruh pulang, yang boleh keluar hanya orang yang berkepentingan saja terkait penanganan Covid-19 ini,” sebut Irwan.

Sementara terkait belasan ribu perantau  dari berbagai daerah sudha pulang kampung ke Sumbar, Itwan Prayitno minta proaktif warga di kampung halaman untuk memantau perantau yang pulang itu.

“Bagi orang yang pulang dari rantau, diminta juga kepada, RW, RT, wali jorong untuk memantau, belum boleh keluar rumah kapan perlu mengisolasi diri rumah dulu selama 14 hari,” ungkapnya. (rilis: humas-sumbar)