Fokus BUMD, Diberi Amanah, Genius l Umar : Pastikan BUMD Dikelola Profesional

oleh -56 views
Soal geliat BUMD, Genius Umar mesti dikelola profesional. (foto: dok)

Padang, – Acara debat publik bertema “Adu Strategi Pengembangan BUMD” yang digelar PadangTV, menjadi panggungnya Calon Wakl Gubernur (Cawagub) Sumbar, DR. Genius Umar.

Doktor lulusan UGM ini sukses menguasai jalannya diskusi dengan pemikiran-pemikiran yang bernas dan analisa yang tajam. Jelas sekali, Genius menguasai a-z, apa dan kenapa BUMD milik Pemprov Sumbar hanya “menelan” suntikan dana APBD Sumbar nyaris tiap tahun, namun kor bisnisnya tak juga bergerak alias selalu rugi.

Dalam penilaian Genius, faktor utama yang jadi penyebab BUMD di Sumbar selalu merugi, adalah penempatan orang-orang yang ditugaskan sebagai direksi atau komisaris yang tidak kapabel. Jabatan direksi dan komisaris yang ditempatkan hanya karena dia bekas tim sukses atau kerabat dekat yang jelas-jelas tidak punya basic keilmuan dan pengalaman dalam mengelola usah.

“Akibatnya, ya beginilah jadinya. Hampir 30 miliar dana daerah disuntikkan ke BUMD BUMD tersebut, namun tetap saja merugi. Contohnya PT. Grafika yang mengeloa usaha percetakan, selalu rugi. Padahal, bila kita lihat swasta mengelola usaha yang sama, justru untung besar. Kenapa ini bisa terjadi. Jawabannya, karena tidak diurus orang-orang yang tepat,” ungkap Genius.

Genius mencontohkan begitu hebatnya seorang Dasril yang diduga menjadi komisaris di tiga BUMD, PT. Grafika, PT. Andalas Tuah Sakato dan PT. Dinamika Jaya Sumbar. Padahal, untuk mengurus usahanya sendiri dia tidak mampu.

Wajar, puluhan miliar suntikan dana ke ketiga BUMD ini, namun selalu saja tak memberikan profit bagi daerah. Belum lagi Hansasri, Kepala OPD strategis provinsi yakni Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) tapi juga ditunjuk menjadi komisaris di dua BUMD, yakni PT. Jamkrida dan PT. Balairung yang mengelola hotel di Jakarta. BUMD ini selalu merugi.

“Saya tidak mengerti juga, kenapa kondisi ini bisa terjadi dan nyaris tanpa pengawasan. Bagaimana dia bisa mengurus BUMD di tengah kesibukan di berbagai kantor. Pekerjaannya sebagai kepala dinas saja sudah pontang panting, bagaimana dia harus mengurus BUMD. Seorang direksi atau komisaris yang seharusnya datang ke kantor tiap hari, ini mungkin sekali sebulan atau sekali dua bulan saja tidak pernah datang, bagaimana BUMD bisa bersaing,” tegas Genius secara gamblang.

Genius menambahkan, dengan kondisi begini, bagaimana mempertanggungjawabkan puluhan miliar uang daerah yang digelontorkan ke BUMD-BUMD ini.

“Saya secara ilmu, sangat paham dengan BUMD. Jika dipercaya memimpin Sumbar, maka Fakhrizal-Genius akan melakukan perubahan besar terhadap pengelolaan BUMD.

Pilih direksi dari anak-anak muda profesional yang cerdas. Sumbar memiliki banyak pebisnis-pebisnis profesional. Jangan pilih direksi berdasarkan warna warna atau partai tertentu. Saya sangat paham itu dan insyallah akan kita lakukan,” tegas Genius. (rilis: gucenter)