Fokus Lawan Covid-19, Komisi I Minta Tunda Iven Nasional di Sumbar

oleh -110 views
Ketua Komisi I DPRD Sumbar Syamsul Bahri bersama Sekretaris Komisi I HM Nurnas ajak semua pihak kesampingkan ego sektoral menghadapi serangan Corona Virus, Selasa 24/3 (foto: dok)

Padang,—- Iven nasional di Sumbar di tengah wabah Covid-19 harus dipikirkan ulang kembali.

”Saat ini mesti dipikirkan untuk menunda beberapa iven nasional yang Sumbar tuan rumahnya. Saat ini kita bersatu padu berherak serempak untuk menghadang wabah Covid 19 yang sudah merambah tiap sudut bumi ini,”ujar Ketua Komisi I DPRD Sumbar Syamsul Bahri kepada media, Selasa 24/3 di Padang.

Tidak harus dipaksakan karena status darurat nasional tiap waktu diperpanjang terakhir Ketua Gugus Nasional Pencegahan Covid 19 mengatakan hingga 29 Mei 2020.

Bahkan KPU sendiri juga menunda tiga tahapan untuk bersama mengawal pencegahan Virus Corona, termasuk agenda nasional lainnya.

”Pemprov Sumbar harus fokus menghadang wabah ini, beruntung Sumbar saat ini masih nihil positif pasien Covid 19,”ujar Syamsul Bahri.

Bahkan mengetahui ada banyak alat kesehatan seperti APD dan Masker standar untuk tenaga medis kosong stok, kader PDI Perjuangan ini minta Pemprov untuk kerja keras mengadakannya.

”Kalau dana  tidak cukup ditunda iven nasional maka dananya bisa dialihkan untuk pengadaan alat kesehatan tersebut, dengan mekanisme pengalihan sesuai ketentuan yang berlaku,”ujarnya.

Menurut Syamsul Bahri menghadapi ancaman wabah ini, perlu ada kesamaan semua pihak pemerintah, DPRD dan Forkompida dan masyarakat menghadapinya.

“Jangan pertajam dengan ego sektoral pula, mumpung masih nol pasien postif Corona di Sumbar,”ujar Syamsul.

Komisi I DPRD Sumbar mengapresiasi Polda Sumbar yang inten mengawasi masyarakat yang masih berkumpul dan tutin melakukan patroli untuk membubarkan itu.

”Putus rantai penyebaran Covid-19 patuhi protokol kesehatan yang ditetapkan Presiden, hindari kerumunan, jaga jarak, tidak keluar rumah kalu tidak penting, dan tingkatkan penerpaan pola hidup bersih dan sehat,”ujarnya. (*iko)