GAHAR, Andre Rosiade Dorong Pansus Predatory Pricing Semen Tiongkok

oleh -221 views
Politikus Partai Gerindra asal Sumbar Andre Rosiade minta Pansus Semen Asing untuk.selamatkan industri semen nasional, Selasa 12/11 (foto:.dok /arcenter)

Jakarta,—Industri semen nasioanal mulai tergerus akibat masuknya semen dari luar negeri. Padahal semen terutama di Sumbar termasuk triger ekonomi daerah.

Sadar kondisi labil industri semen itu, Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade dari Dapil Sumbar 1 pada Pemilu lalu, mendorong pembentukan panitia khusus (Pansus) industri semen.

“Penting Pansus dibentuk, untuk menyelidiki dugaan praktek jual rugi (predatory pricing) semen Tiongkok di Indonesia,”ujar Andre Rosiade saat menerima audiensi Federasi Serikat Pekerja Industri Semen Indonesia (FSP ISI) dengan Komisi VI DPR di Gedung Nusantara I DPR, Senayan, Jakarta, Selasa 12/11.

Kata politisi Partai Gerindra ini, praktek jual rugi semen Tiongkok seolah-olah menguntungkan konsumen dalam jangka pendek karena murahnya harga semen. Namun, lanjut dia, dalam jangka panjang praktek ini akan mematikan industri semen dalam negeri. Praktek ini melanggar pasal 20 UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang aktivitas jual rugi.

“Saya sebut saja semen Conch asal Tiongkok. Dia jual semen di bawah harga pasaran. Semen Tarjun Indocement di Kalimantan Selatan berhenti produksi karena jadi korban praktek kotor ini,” ujar Andre Rosiade.

Andre berkomitmen mengadvokasi kasus ini hingga selesai. Ia mengatakan, laporan dugaan jual rugi semen Tiongkok telah dilayangkan ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Ia meminta KPPU berani menyelidiki kasus ini.

“KPPU harus berani mengusut predatory pricing semen Tiongkok. Sejalan dengan itu saya usul pembentukan Pansus Industri Semen untuk bongkar praktek predatory pricing yang ancam industri semen kita,” tegas politikus Gerindra ini.

Andre juga meminta Menteri Perdagangan mencabut Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 7 Tahun 2018 tentang ketentuan impor semen dan semen clinker. Hal itu untuk membendung masuknya semen impor terutama dari China yang menurutnya suka memainkan harga.

“Saya mendorong Menteri Perindustrian melakukan moratorium alias melarang pembangunan pabrik semen baru di Indonesia. Sebab, saat ini Indonesia surplus 35 juta ton per tahun, sementara pertumbuhan konsumsi semen hanya 4% setahun,”ujarnya.

Saat ini kata Andre Rosiade produksi semen kita 110 juta ton per tahun, konsumsinya hanya 75 juta ton per tahun.

“Kita surplus 35 juta ton per tahun. Untuk apa kita impor semen? Sampai 2030 kita juga nggak butuh pabrik semen baru,” ujarnya.

Lebih lanjut, Andre meminta Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) mengutamakan produk semen dalam negeri untuk membangun infrastuktur di Indonesia. Sebab selama ini industri semen tidak kebagian kue pembangunan infrastruktur besar-besaran di periode pertama Pemerintahan Jokowi.

“Di periode pertama Pak Jokowi¬† membangun infrastruktur besar-besaran. Seharusnya industri semen dan baja kita tumbuh. Tapi industri semen kita justru terpuruk. Di periode ini, jangan sampai investasi yang masuk ke Indoneisa mengharuskan kita memakai tenaga kasar dan produk industri khususnya semen dari luar negeri,” tegasnya. (rilis: arcenter)