Garuda Indonesia Menghitung Bulan Bergabung ke API

oleh -123 views
Dirut PT API (Persero) Dony Oskaria sebut Garuda Indonesia masig waiting list gabubg k BUMN Holding. (foto: dok)

Bali,— PT Aviasi Pariwisata Indonesia (persero) merupakan holding BUMN yang dibentuk negara untuk memayungi banyak BUMN pelat merah.

Saat ini BUMN dinaungi PT Aviasi Pariwisata Indonesia seperti Borobudur, Angkasa Pura II, Sarinah dan lainnya, bahkan kabarnya PT Garuda Indonesia menghitung bukan bergabung ke PT Aviasi Pariwisata Indonesia.

“Ya, Garuda Indonesia, tapi masih waiting list menunggu proses restrukturisasi Garuda selesai dulu,” ujar Dirut PT Aviasi Pariwisata Indonesia Dony Oskaria di Bali.

Dony Oskaria mengatakan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (API) dibentuk negara punya timeline kerja yang digariskan oleh Kementerian BUMN.

“Yang pasti soal PT Garuda itu, Kementerian BUMN menargetkan restruktutisasi selesai 2023, menjadi bagian dari API mungkin setelah itu,” ujar Dony Oskaria.

PT API (Persero) sebagai holding dibuat negara dijalankan oleh Kementerian BUMN bagian grand skenerio di mana BUMN satu atau berdekatan jenis usahanya digabung.

“Holding BUMN disiapkan se komprehensif mungkin, melalui kajian dan pembahasan bersama dengan Konisi VI DPR RI, untuk menjadi satu ekosistem, PT API untuk mendukung dan mempercepat pariwisata Indonesia. Saya optimis bisnis pariwisata jadi primadona Indonesia kedepan,” ujarnya.

Artinya kata Dony, PT API (Persero) ini diharapkan sebagai holding bisa menjadi momentum bagi peningkatan hospitality Indonesia.

“PT API juga mensupport untuk pergerakan pariwisata Indonesia dan mengharapkan secepatnya PT Garuda bergabung ke Aviasi Pariwisata Indonesia,” ujar Dony.

Tajuk utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia sebagai holding BUMN yaitu menyegerakan bring Indonesian hospitality to the word.

“Visi PT API (Persero) adalah hospitality Indonesia ke dunia. Dan kita akan menampilkan hospitality itu di semua yang berbau wisata, hotel maupun destinasi pariwisata,” ujar Dony Oskaria.

Perhotelan kata Dony Oskaria harus memiliki operator hotel yang membawa Indonesia hospitality.

“Akhirnya di semua sisi terkait pariwisata operator setuao hub, seperti Bandara dan Maskapa dan managemen destinasi bergerak serentak Indonesian hospitality, di airlines-nya juga sama menampilkan Indonesian hospitality,” ujar Dony.(koko)