Gawattt Data Pemilih Bocorrr.. Guspardi Gaus: KPU Harus Bertanggungjawab Atas Dugaan Itu

oleh -1,048 views
oleh
1,048 views
Guspardi Gaus minta KPU RI investigasi soal data pemilih bocor, Jumat 1/12-2023. (faj)

Jakarta,— Debat publik jelang Pemilu 2024 dihebohkan atas terungkapnya dugaan data pemilih bocorrr..

Tahu isu itu kencang beredar, Anggota Komisi II DPR RI, Guspardi Gaus merasa prihatin mendengar kabar tentang dugaan situs KPU dibobol oleh hacker. dengan anonim “Jimbo” dan mengklaim telah berhasil mendapatkan data pemilih dari situs kpu.go.id.

“Jika benar dugaan kebocoran data ini, itu adalah sesuatu yang mengawatirkan. Karena dalam unggahannya “Jimbo” mengaku menemukan 204.807.203 data unik, jumlah yang hampir sama dengan jumlah pemilih di dalam daftar pemilih tetap (DPT) KPU RI sebanyak 204.807.203 pemilih,”ujar Guspardi, Jumat 1/12–2023.

Apalagi data pemilih yang diduga bocor berisi keterangan nama lengkap, Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Kartu Keluarga, Nomor KTP (berisi nomor paspor untuk pemilih di luar negeri), jenis kelamin, tanggal lahir, status pernikahan, alamat lengkap, serta kodefikasi Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Politisi PAN Dapil Sumbar 2, Pemilu 2024 kembali dipercaya PAN sebagai Caleg pada Dapil sama dengan Pemilu 2019 ini merasa heran, bagaimana data pribadi yang sifatnya rahasia dan berharga, bisa bocor di dunia maya dan kasus DPT super sensitif. Kalau IT KPU bisa dijebol untuk mencuri DPT, maka hasil pemilu nantinya dikhawatirkan rentan dimanipulasi

“Tentu hal ini harus menjadi perhatian sangat serius bagi KPU untuk segera berbenah diri dan memaksimalkan kinerja dan teknologi yang dipakai. Dirinya juga menuntut agar KPU memiliki mekanisme pencegahan terkait perlindungan data pemilih. Termasuk metode yang digunakan dalam memproteksi kerahasian data itu,”tutur Pak Gaus biasa Guspardi disapa di Senayan DPR RI.

Jangan sampai kejadian peretasan justru menimbulkan perdebatan di masyarakat dan membuat kredibilitas KPU menjadi tercoreng.

Sebagai pihak yang diberi amanah untuk penyelenggara pemilu, KPU kata Guspardi Gaus harus memastikan keamanan data pemilih busa terjaga dengan baik. Sehingga tak bisa diretas oleh siapapun.

Oleh karena itu, KPU sebagai penyelenggara pemilu harus melakukan investigasi dugaan kebocoran data pemilih yang jumlahnya sangat fantastis, agar tidak mengganggu pelaksanaan Pemilu 2024.

“KPU mesti menyelidiki dengan seksama. Dan mengumumkan hasil penyelidikannya kepada publik secara terbuka dan transparan,”ujar Guspardi Gaus yang juga anggota Baleg DPR RI. (faj).