Gubernur Sumbar, Pembangunan Tol Lanjut, Ughang Piaman Bersyukur

oleh -605 views
oleh
605 views
Yohanes Wempi/Labai Korok. (dok)

Oleh: Labai Korok

KEJADIAN di bulan peringatan kemerdekan Republik Indonesia (RI) tahun 2022 ini, membuat masyarakat Piaman banyak bersyukur. Yaitu semua terdakwa kasus dugaan korupsi ganti rugi lahan Jalan Tol Padang-Pekanbaru divonis bebas oleh Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Kelas IA Padang.

Vonis bebas untuk 13 orang Piaman terdakwa itu dibacakan Ketua Majelis Hakim Rinaldi Triandoko didampingi Hakim Anggota Juandra dan Hendra Joni, saat sidang putusan di Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri Kelas IA Padang, Rabu 24/8-2022 malam.

Menurut majelis hakim, para terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi ganti rugi Taman Kehati untuk lahan Tol Padang-Pekanbaru. Ini perlu kami syukuri.

Berikutnya Gubernur Sumbar melalu yang ditugaskan khusus Wakil Gubernur, Audy dan tim Pemprov lain juga sudah membeberkan pembangunan jalan tol Padang ke Sicincin dilanjutkan dengan capaian pembebasan tanah sudah lebih-kurang 80 persen tuntas.

Jadwal pembangunan Tol Padang-Sicincin dimulai kembali awal September mendatang, Dengan begitu pekerjaan sudah dapat dimulai secara simultan bersamaan sisa proses pembayaran uang ganti rugi (UGK) yang terus dipacu sampai 100 persen.

Pastinya jalan tol ini dilaksanakan pembangunan bulan September tahun 2022 ini sudah diperkuat oleh anggota Komisi VI DPR-RI asal Sumatera Barat, Andre Rosiade mengadakan acara serimonial dengan Direktur Operasi III PT Hutama Karya, Koentjoro dalam syukuran di ruas jalan tol Padang-Sicincin, Sabtu 27/8-2022.

Penulis selaku masyarakat Piaman yang berada kawasan yang dilalui oleh ruas jalan tol Padang-Sicincin itu bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada pihak yang tetap semangat menuntut pembangunan jalan tol tersebut terkhusus ruas ini.

Rasa syukur ini sesuai dengan komitmen Kami masyarakat Piaman (Sicincin, lubuk Padang, parit malintang, lubuk Alung, batang Anai dan lainnya) yang berada dikawasan yang dilalui ruas tol akan koperatif membantu pembangunan ini.

Membantu pembangunan disemua sisi, Kami akan bantu semua. Tampa ada mempersulit pihak pelaksana PT Hutama Karya dan perusahan-perusahan pendukung lainnya. Penulis yakin kedepan tidak akan ada kendala lagi.

Apalagi pihak-pihak atau mafia-mafia yang selama ini bermain dijalan tol dihapus seperti mafia tanah, mafia pengadaan material konstruksi dan termasuk mafia politik hukum kepentingan yang ikut-ikut menjerumuskan gagalnya jalan tol seperti kasus 13 orang yang dituduh korupsi dan sekarang dinyatakan bebas.

Masyarakat Piaman pada dasarnya patuh dan taat azaz terhadap pembangunan yang ada. Banyak contoh kesuksesan pembangunan dilaksankan didaerah Padang Pariaman ini seperti BIM, Stadium Utama Sumbar, peluasan jalan kereta api dan lainnya.

Tapi jangan orang Piaman dijebak dengan jebakan ‘Batman” (baca tulisan Penulis terdahulu “gagalnya jalan tol Padang ke Sicincin) oleh kepentinga politik jahat dan mafia-mafia hukum kepentingan tertentu yang menyebabkan buruknya citra urang Piaman atau buruknya daerah Padang Pariaman. (analisa)